Abaikan Aduan Masyarakat, Admin Taprose Disentil Bupati

Aplikasi Taprose temanku

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Semua admin program aplikasi Taprose Temanku yang jumlahnya ratusan harus berpikir dua kali, jika masih mengabaikan aduan masyarakat. Bupati Tuban, Fathul Huda tak segan menyentil oknum admin yang lamban merespon keluh kesah publik terkait pelayanan pemerintah.

“Pak Bupati yang uber Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera respon jika ada aduan,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tuban, Heri Prasetyo, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui pesan singkatnya, Kamis (29/3/2018).

Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban itu menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus berupaya meningkatkan respon OPD terhadap setiap aduan. Selain itu melakukan sosialisasi terintegrasinya Taprose denga Lapor SP4N milik KemenPAN-RB melalui sms 1708.

Untuk respon OPD berdasarkan grafik notivikasi yang ada, dari bulan Januari sampai dengan Maret memang ada peningkatan yang signifikan. Respon cepat ini berbeda, dengan sikap para admin setelah aplikasi dilaunching di Pendopo Krida Manunggal Tuban pada 4 Mei 2017 silam.

Pada acara Sosialisasi Pemberdayaan Teknologi Informasi dan Komunikasi aplikasi Taprose Temanku, di Gedung Korpri Komplek Pendopo Krido Manunggal Tuban, pada Selasa (13/03/2018) lalu, mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Tuban mengaku jika peran admin belum optimal.

Baca Juga :   Sebut Ketersediaan Air Bersih dan Pengelolaan Sampah di Bojonegoro Perlu Merata

Berdasarkan evaluasi Diskominfo dan Bupati, penyelenggaraan aplikasi belum optimal merespon untuk memberikan solusi, jawaban, atau arahan terhadap usulan, kritik, dan saran dari masyarakat.

“Kami merasa perlu sosialisasi ulang sekaligus untuk mendata admin yang ada pada OPD atau kecamatan,” terang pria humanis itu.

Tujuan pendataan tersebut agar admin bisa aktif memberikan masukan, pada pimpinan agar merespon segala yang disampaikan masyarakat. Terkait keluhan para admin dan pejabat penghubung, diakuinya karena keterbatasan tenaga yang ada di OPD dan kecamatan. Dampaknya petugas atau admin merangkap dengan banyak jabatan lain.

Sebagaimana diketahui, Taprose sangat memudahkan masyarakat melakukan pengaduan/pelaporan secara tepat sasaran. Publik dapat melakukan review tempat wisata, cafe, tempat makan, dan hotel secara mudah. Aplikasi anyar ini juga memfasilitasi masyarakat dan OPD untuk menjadikan Tuban lebih baik.

Apabila selama ini publik mengeluh jalan rusak atau sampah berserakan di media sosial, Taprose telah menjadi wadah untuk menyalurkannya. Setiap keluhan/aduan dari warga pasti langsung ditangani, sebab dalam pemberitahuan akan ada tandanya.

Baca Juga :   Cukupi Stok Pullet Gayatri, Bojonegoro akan Kembangkan Pembibitan Ayam Petelur

Warna merah berarti laporan menunggu diproses. Lampu hijau laporan sedang memiliki feedback. Sedangkan lampu kuning artinya laporan sedang diproses. Semua OPD dijamin tidak berani mengabaikan laporan ini, karena ada resiko sanksi dari bupati langsung.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *