Pengawasan Pelaksanaan UNBK Diperketat

UNBK Tuban Diperketat

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Tahun ini pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, lebih ketat dari sebelumnya. Selain dilarang memotret soal, untuk mengambil foto maupun video pelaksaan ujian harus melalui layar CCTV. Ketegasan aturan dari pusat tersebut diberlakukan di SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban.

“Untuk memfoto pelaksanaan UNBK tidak diboleh,” ujar Kepala SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, Ruslan, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, di Jalan Hos Cokroaminoto Tuban, Kamis (5/4/2018).

Pria berambut putih ini tidak bermaksud menghalang-halangi media dalam melakukan tugas jurnalistiknya. Kalau memang aturannya demikian, harus dipatuhi dan tidak boleh melanggarnya.

Ruslan, juga meminta maaf jika para awak media harus mengambil gambar dari layar monitor CCTV di ruang kurikulum. Pelaksanaan aturan ini, untuk menjaga mental peserta UNBK tetap stabil.

“Kalau ada orang lain masuk pasti konsentrasinya terganggu,” terang alumnus IKIP PGRI Tuban ini.

Selain itu, pada UNBK tahun ini awalnya akan diikuti 243 siswa. Belakangan ternyata ada dua siswa menyatakan mundur dari ujian atas kemauannya sendiri. Ditegaskan, mundurnya dua siswa itu bukan karena kesulitan biaya.

Baca Juga :   EMCL Beri Pelatihan 462 Guru

“Jika soal biaya pihak sekolah siap membiayainya,” tegasnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh perwakilan monitoring sub rayon II, Ninik Widya Rohmawati. Pendidik di SMKN 2 Tuban ini menjelaskan, larangan pada UNBK di tahun ketiga ini bukan hanya memotret, melainkan kehadiran aparat keamanan di dalam ruangan.

Jika ada monitoring atau kunjungan dari pejabat juga tidak bisa masuk ruangan. Mereka cukup memantau dari teras. Sesuai aturan hanya ada tiga pihak yang boleh masuk di ruangan UNBK, diantaranya teknisi, dan pengawas.

“Kita harus hati-hati kalau ada orang lain masuk akan mempengaruhi mental anak,” jelas Ninik.

Pada umumnya, UNBK SMK Tuban dibagi dalam tiga sesi. Hal ini sesuai dengan fasilitas komputer yang dimiliki setiap sekolah. Sementara di SMK Pelayaran Muhammadiyah ini sudah memiliki 100 unit lebih komputernya.

“Untuk kebocoran rasanya kecil, karena soal diacak dan ini cara yang lebih aman,” terang dosen Unirow Tuban itu.

Berbeda dengan yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Cabang Tuban, Edy Sukarno. Dia menyebut larangan memotret tidak seketat itu di 38 SMK di Tuban yang menggelar UNBK.

Baca Juga :   Karya Akademik Cantika Wahono Diakui Dunia

“Kemarin saya bersama salah satu fotografer juga tidak apa-apa,” singkatnya.

Sebatas diketahui, sebelum lulus para siswa SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban sudah direkrut oleh perusahan Jepang. Setiap tahunnya sejak 1999-2018, hampir 70% lulusannya siap kerja di Negeri Sakura itu.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *