SKK Migas Sarankan Tangkap Peluang Proyek Pemerintah

Lulus sertifikasi migas

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Dengan keterampilan sertifikasi migas ini bisa menjadi bekal untuk bersaing dalam menangkap peluang kerja. Bukan hanya proyek di Bojonegoro, tapi proyek nasional.

Demikian pesan yang disampaikan perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa, Fatah Yasin, kepada 72 pemuda Bojonegoro, Jawa Timur, yang lulus pelatihan dan sertifikasi migas pada penutupan kegiatan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi  (PPSDM Migas) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (12/4/2018).

Pelatihan ini dilaksankan Operator Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), bekerjasama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B), dengan dukungan SKK Migas. Ada 74 pemuda Bojonegoro yang dinyatakan lulus dalam pelatihan dan sertifikasi.

Untuk menangkap peluang pekerjaan tersebut, dia menyarankan agar mencari informasi seluas-luasnya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang serba Online. Terlebih sekarang ini, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tengah mencanangkan pembangunan infrastruktur. 

Baca Juga :   Tuban Waspadai Bencana Industri

“Sehingga, terkait training yang dilaksanakan seperti keselamatan kerja, rigging, dan scaffolding sangat erat kaitannya dengan proyek yang dicangangkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Fatah menegaskan, industri hulu Migas memiliki risiko sangat tinggi sehingga aspek keselamatan menjadi hal utama.  Artinya, tidak ada pekerjaan yang bisa dimulai sebelum dipastikan aspek keselamatannnya.

Training yang diberikan di PPSDM Migas ini, menurut dia, erat kaitannya dengan industri kerja. Sehingga resiko yang dihadapi di lapangan terutama berhubugan dengan Rigging, Scafolading, serta alat berat, kemudian objek benda jatuh harus dilakukan mitigasi risiko yang telah dipelajari dalam aspek keselamatan. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Disperinaker Bojonegoro, Agus Supriyanto, memberikan pedoman agar mampu berkompetisi. Karena selama ini anggapan negatif dari orang Bojonegoro adalah pemalas, dan menjadi stigma di masyarakat yang sebaiknya dihilangkan. 

Untuk itu, dia membagikan beberapa tips dan trik untuk mengubah stigma tersebut. Yakni bekerj dengan teliti, dengan cara menyeimbangkan antara cepat dan teliti, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat. Kemudian menjalin komunikasi yang baik, hindari model mendikte, atau menggurui karena akan membuat kinerja turun. 

Baca Juga :   TWU Sebut Ditawari Harga PEPC -USD0.50 per Barel

“Satu lagi, jika dapat kesempatan bekerja di JTB, jangan cepat puas. Carilah pengalaman sampai keluar daerah atau luar negeri,” pesan Agus.

Kepala Bidang Sarana dan Penyelenggara Diklat PPSDM Migas, Hank Subekti, menambahkan,  agar mereka memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya. 

“Sudah semestinya para peserta program harus menjadi pribadi yang siap kerja,” kata dia. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *