SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya, Masaki Tani, di saksikan Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, meresmikan gedung MTs Al- Hidayah di Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang. Peresmian ini dilaksanakan setelah sekolah swasta tersebut, mendapat dana rehabilitasi dan pembangunan gedung dari Pemerintah Jepang.Â
MTs Al- Hidayah mendapat program Bantuan Hibah untuk Keamanan Manusia Tingkat Akar Rumput, atau Grant Assistant for Grass- Roots Human Security Projects yang kesepakatannya (memorandum of understanding/MoU) telah ditandatangani pada tanggal 15 Maret 2017 yang lalu.
“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi siswa-siswa MTs Al- Hidayah,” ujar Masaki Tani, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (21/4/2018).
Masaki sapaan akrabnya, mengimbau agar semua pelajar terus belajar dengan rajin agar bisa sekolah sampai ke Jepang. Bangunan sekolah yang dibangun dari tahun 1982 kini sudah direnovasi. Para siswa tak lagi berbagi dengan perpustakaan, dan ruang komputer sebagai ruang kelas.Â
“Semoga dengan ruang kelas dan peralatan yang baru dapat menambah semangat murid- murid dalam belajar dan menjadi jembatan penghubung antara jepang dan Indonesia,†harapnya.
Program bantuan ini, merupakan bentuk komitmen pemerintah Jepang untuk terus mempererat persahabatan dengan Indonesia yang pada tahun ini telah masuk tahun ke 60.Â
“Jepang dan Indonesia adalah sahabat. Mudah-mudahan dengan program ini akan lebih mempererat persahabatan kedua negara,” tegasnya.
Pria berpostur tinggi ini juga berharap, i’tikad baik yang ada dapat diterima secara baik dengan merawat dan menggunakan fasilitas sekolah sebaik mungkin. Sehingga bantuan ini diharapkan dapat berkontribusi, serta bermanfaat secara optimal dalam jangka waktu panjang.Â
“Saya ucapkan terimakasih kepada pemerintah Jepang karena memilih sekolah swasta di Tuban,†sergah Bupati Tuban.Â
Bupati dua periode ini menambahkan, sekolah swasta terutama yang berbasis agama di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) ini adalah pencetak generasi pilihan. Bukan hanya pandai di ilmu umum, tapi juga memiliki kelebihan di bidang agama.Â
“Lulusan MTs bisa ngaji, Jadi Imam Sholat, mimpin tahlil dan jadi penceramah, tetapi mereka juga bisa jadi Eksportir, Kontraktor bahkan jadi Bupati juga bisa†ucap Bupati kelahiran Kecamatan Montong ini.
Bupati berharap, jika ada bantuan serupa dari Pemerintah Jepang agar memprioritaskan Sekolah-sekolah Swasta. Bukan berarti Pemerintah Daerah tidak berpartisipasi, tetapi karena adanya aturan yang mengikat tentu Pemkab harus mendahulukan Sekolah-sekolah Negeri di bawah Dinas Pendidikan yang menjadi tanggunganjawabnya terlebih dulu.
Pada kesempatan ini Bupati juga berpesan agar masyarakat juga dapat meniru sikap orang Jepang yang terkenal memiliki kedisiplinan yang bagus dalam berbagai hal.
“Ini harus bisa kita contoh untuk mendapatkan generasi yang berkarakter,” tegasnya.
Acara peresmian dilaksanakan dengan penandatanganan prasasti oleh Konsul Jepang disaksikan Bupati, Kepala Kemenag, dan Forpimka Plumpang serta secara simbolis juga dilakukan pemotongan balon dan peninjauan gedung yang telah diresmikan.
Sebelumnya, Pemerintah Jepang melalui Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya telah mengadakan penandatanganan kontrak bantuan hibah di bidang keamanan manusia tahun anggaran 2016, yang pelaksanaan dilaksanakan tahun 2017. Total dana yang digelontorkan sekitar Rp3 milyar untuk 4 proyek yaitu di Kabupaten Sampang, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Malang.Â
Bantuan ini menunjukkan tekad pemerintah Jepang untuk terus berkontribusi pada dunia di bidang keamanan manusia khususnya di Jawa Timur. Adapun Dana yang diberikan untuk Mts. Al- Hidayah sebesar 725.716.000 rupiah, dengan rincian yaitu untuk rehabilitasi 1 ruang kelas, Pembangunan 4 ruang kelas baru, 2 unit toilet, dan pengadaan mebel untuk 4 kelas baru. (aim)