SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban mencatat getaran Gempa Bumi berkekuatan 3,3 SR yang berpusat di 42 Km Timur Laut Tuban, Jawa Timur atau sekitar Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang tidak terasa di darat. Gempa kesekian kalinya di Utara Laut Jatim ini, terjadi akibat gesekan sesar lokal.
“Sampai saat ini belum ada keluhan warga yang merasakan gempa,” ujar Kepala Observasi dan Teknisi Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban, Andrie Wijaya, saat ditemui suarabanyuurip.com di kantornya Jalan Raya Beji Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Rabu (25/4/2018).
Andrie sapaan akrabnya, menjelaskan munculnya gesekan sesar lokal ini merupakan fenomena baru yang belum terpetakan oleh timnya. Selama ini penyebab gempa yang mengguncang Bumi Wali (sebutan lain Tuban), yakni gesekan Sesar Rembang di Utara dan Sesar Kendeng sebelah Selatan Tuban.
Gempa yang terjadi sekitar pukul 08:25 WIB dengan lama 9 menit 26 detik ini, berada di kedalaman 9 Kilometer (Km). Lokasinya 6.71 Lintang Selatan (LS), 112.37 Bujur Timur (BT). Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Tretes Pasuruan, belum ada tanda gempa susulan.
“Kami minta masyarakat tak termakan berita yang menyesatkan, lebih baik langsung konfirmasi ke kantor BMKG setempat,” pintanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, membenarkan belum ada warga yang melapor atas dampak gempa. Bencana kali ini berbeda dengan gempa yang berpusat di Kecamatan Montong waktu lalu, yang mengakibatkan rumah warga rusak.
“Gempa kali ini tidak terasa di darat,” sergah mantan Camat Widang ini.
Selain kerap dilanda bencana Hidrometeorologi,Tuban yang bakal menjadi lokasi Kilang NGRR patungan Pertamina-Rosneft Rusia ternyata memiliki potensi Gempa Bumi maksimal 4,2 Skala Richter (SR). Analisa ahli gempa dari ITS, gempa yang timbul dari gesekan lempengan bumi dipicu Sesar Kendeng dan Sesar Rembang.
Catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terakhir di Kabupaten Tuban terjadi pada hari Kamis (21/9/2017). Itu pun dampak dari gempa berkekuatan 5,2 SR yang mengguncang utara Pulau Madura.
Sekalipun ada catatan getaran magnitudo sampai di Tuban, tapi tidak ada masyarakat yang merasakannya. Diharapkan masyarakat tetap tenang, dan tidak terprovokasi dengan berita yang membuat panik.
Sebagai wilayah penting dalam bisnis hulu dan hilir Migas, pada tanggal 23 Juli 2017 lalu Tuban juga diguncang gempa tektonik dua kali. Fenomena ini dampak dari Lindu bermagnitudo 4,2 disusul bermagnitudo 3,2 selang 15 menit kemudian, yang mengguncang daerah Paciran, Kabupaten Lamongan.
Hasil kajian BMKG 2017, ada tambahan 160 titik gempa di seluruh wilayah Indonesia. Khusus di Kabupaten Tuban, gempa dipengaruhi Sesar Kendeng yang berada di pegunungan kapur utara. Sedangkan Sesar Rembang berada di sepanjang perairan Jatim. (Aim)