SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban - Budaya membaca di kalangan masyarakat Tuban, Jawa Timur, dimata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda  Tuban, Sunarto masih terasa asing, dan belum menjadi kebutuhan.
Padahal, membaca merupakan pintu utama untuk memperoleh informasi, dan pengetahuan yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan afektif.
“Membaca masih asing di kalangan masyarakat Tuban,” ujar Sunarto, kepada suarabanyuurip.com, usai membuka Lomba Minat dan Budaya Baca yang dihelat oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tuban di halamannya Jalan Sunan Kalijaga Tuban, Senin (7/5/2018).
Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tuban itu, menjelaskan, angka minat baca juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2014-2015 persentase minat baca mencapai 20 persen. Pada tahun 2015-2016 minat baca masyarakat mengalami kenaikan 40 persen, dan pada tahun 2016-2017 kenaikan minat baca masyarakat mencapai 200 persen dari total 1,3 jiwa penduduk Tuban.
“Tiap harinya kurang lebih 500 sampai 1.000 orang berkunjung perpustakaan termasuk semua layanan tersebut,” tegasnya.Â
Kendati demikian, perpustakaan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat menjadi komponen penting untuk pengembangan dan peningkatan pendidikan. Sekaligus menjadi sarana penunjang proses pembelajaran di sekolah, dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Guna menjawab tantangan zaman perpustakaan Tuban telah melakukan beberapa inovasi. Mulai tersedianya fasilitas internet gratis, penyelenggaraan pelatihan keterampilan berbasis ekonomi produktif, dan entrepreneurship yang aplikatif.
Saat ini dari 20 kecamatan diantaranya sudah terdapat delapan perpustakaan umum. Pada tahun 2018, akan segera berdiri tiga  perpustakaan baru di Kecamatan Semanding, Singgahan, dan Kecamatan Senori.
“Targetnya pada tahun 2021 di tiap kecamatan ada perpustakaan umum, bahkan bisa menjangkau ke desa-desa dan dasawisma,”  tegasnya.
Disarankan ke depan perpustakaan juga dapat bersinergi dengan lembaga lain, baik pemerintah maupun swasta. Hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan Tuban Membaca, Tuban Cerdas, Tuban Sejahtera.
Sedangkan Kepala Dispersip Tuban, Joko Prijono, mengatakan, kegiatan tersebut rutin digelar tiap tahun bertujuan untuk meningkatkan minat, dan budaya baca bagi masyarakat. Peningkatan minat dan budaya baca mendorong masyarakat dalam melakukan literasi media.
“Nantinya dapat berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” sergah Joko.
Dosen di salah satu universitas di Tuban ini menambahkan, saat ini jumlah koleksi yang dimiliki Dispersip sebanyak 87.066 eksemplar buku dengan 57.211 judul. Selain layanan perpustakaan umum daerah, Dispersip memiliki layanan perpustakaan kemitraan, perpustakaan kecamatan, perpustakaan keliling, perpustakaan di kawasan publik seperti Car Free Day dan Malam minggu di Alun-alun.
“Kami juga bersinergi dengan pihak lain seperti Polres, pustakawan, penulis, penerbit, dan sekolah,” tandasnya.
Adapun rangkaian kegiatan Lomba Minat dan Budaya Baca terdiri dari enam lomba. Pertama, lomba Mewarnai bagi siswa PAUD yang akan diikuti 95 siswa, Kedua, lomba Melukis Caping bagi siswa TK/RA sebanyak 48 siswa. Ketiga, lomba Bercerita bagi siswa SD/MI sebanyak 32 siswa. Keempat, lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat SMP/MTs sebanyak 28 siswa. Kelima, lomba Menulis Artikel untuk siswa SMA/MA/SMK sebanyak 41 tim. Keenam, lomba jingle perpustakaan bagi umum dengan peserta sebanyak satu dan tiga  perseorangan.(Aim)