Lamongan Perketat Keamanan Hingga Tingkat Desa

Bupati Lamongan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) dan perwakilan lintas agama di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyampaikan pernyataan terbuka mengecam aksi rangkaian pengeboman di tiga gereja, dan pintu masuk Mapolresta Surabaya, Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018) pagi tadi.

Pernyataan bersama tersebut disampaikan Bupati Lamongan Fadeli, mewakili Forkopimda dan perwakilan lintas agama usai menggelar rapat di ruang kerjanya, Senin (14/5/2018). Hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Kartika Hidayati, dan Sekretaris Kabupaten Yuhronuur Efendi.  Kemudian Kapolres, Ketua DPRD, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri dan perwakilan dari Kodim 0812.

Selain itu hadir pula perwakilan tokoh agama, seperti Ketua MUI KH Abdul Aziz, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Abdus Salam, dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Shodiqin, perwakilan dari Kristen Protestan Daniel dan Buu Bruno dari Kristen Katolik.

Rapat tersebut menyepakati bersama, aksi terorisme adalah tindakan yang tidak dibenarkan, dan perlu dilakukan langkah segera untuk bisa disampaikan kepada masyarakat hingga level terbawah untuk menjaga suasana kebersamaan dan kesejukan.

Baca Juga :   BLSM Harus Dikawal Sampai Tujuan

Usai pertemuan hari ini akan ditindaklanjuti dengan menggelar pertemuan serupa hingga level kecamatan pada Selasa (15/5/2018) besok. Pertemuan ini akan menghadirkan unsur Pemda, kepolisian, Kodim 0812, hingga FKUB, tokoh pendidik, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Kami sangat prihatin dan mengecam keras setiap aksi terorisme,” tegas Fadeli.

Tindakan ini tidak dapat dibenarkan, baik oleh hukum, moral bangsa, maupun legitimasi atas nama agama. Masyarakat diminta agar tetap tenang, dan percayakan penanganan kasus ini pada aparat keamanan.

“Jangan mudah percaya serta menyebarkan info yang belum tentu kebenarannya,” pesannya.

Kapolres Lamongan Ajun Komisaris Besar Polisi Feby D. P. Hutagalung menambahkan, pada intinya dalam rapat tadi, semua unsur satu visi dan persepsi bahwa Lamongan harus dijaga semaksimal mungkin. TNI Polri akan lebih memperketat pengamanan, baik markas maupun kegiatan ibadah agama.

“Jangan takut. Aksi ini memang sengaja untuk menteror dan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Harus yakin bahwa aksi terorisme ini tidak ada tempat di Indonesia,” kata dia.(tok)

Baca Juga :   Banjir Bengawan Solo Ancam Empat Kecamatan di Lamongan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *