Pintu Masuk Tuban Diperketat

19930

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo 

 Tuban – Wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur kini mulai selektif terhadap pendatang. Hal itu terjadi setelah masuk wilayah zona merah, dan Bupati Tuban H Fathul Huda telah mengeluarkan keputusan daerahnya berstatus Keadaan Darurat wabah Covid-19.

Terkait hal tersebut ada tiga pintu masuk wilayah Tuban dibangun Posko Pemantauan. Yakni di perbatasan Kecamatan Bancar, Soko, dan Kecamatan Widang.  Pendatang, baik itu warga Tuban yang pulang berpergian maupun warga daerah lain, yang masuk wilayah Bumi Ronggolawe akan diperiksa secara medis.  

Selain itu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban diperluas hingga kecamatan dan desa. Tugas utama mereka penertiban physical distancing atau jarak fisik.

Personil gabungan dari Pemkab, Polres, dan Kodim 0811 Tuban intens menggelar operasi bersama. Mereka akan menyasar masyarakat yang masih berkerumun.

Bupati Tuban, H Fathul Huda, menginstruksikan Gugus Tugas semakin meningkatkan koordinasi, kompetensi, dan upaya penangangan Covid-19.  

“Kami minta masyarakat mematuhi imbauan yang diberikan petugas, agar penanganan Covid-19 bisa berjalan maksimal,” kata Bupati Huda saat konferensi pers, Kamis (9/4/2020).

Baca Juga :   Waduk di Lamongan Kering Petani Kelimpungan

Ia katakan,  sejumlah langkah yang dapat diterapkan masyarakat adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), physical distancing atau menjaga jarak aman, menghindari kerumuman atau berkegiatan yang mengumpulkan banyak orang, serta menggunakan masker saat di luar rumah.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak berdoa dan bersholawat, karena upaya lahiriah harus dibarengi batiniah,” kata Bupati yang kala itu Wabup Tuban Noor Nahar Hussein, dan Forkopimda Tuban.

Terkait hasil pemeriksaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Pusat yang menyebut, dua warga Pasien Dalam Perawatan (PDP) asal Tuban positif terjangkit Covid-19, Bupati Huda menyatakan,  warga Tuban terkonfirmasi positif Covid-19 setelah mengikuti pelatihan haji di Surabaya. PDP dari Semanding  sudah meninggal dunia pada Senin (6/4[2020), dan satu pasien dari Kecamatan Tuban masih dirawat di RSUD dr R Koesma Tuban.

“Saat ini pasien yang dirawat di RSUD dalam kondisi semakin membaik,” ungkapnya.

Pihak keluarga dan lingkungan pasien juga telah dilakukan pemeriksaan, dan dinyatakan negatif. Meski demikian tetap diminta untuk isolasi mandiri.

Baca Juga :   Siagakan Fasilitas Kesehatan Selama Mudik

Pada bagian lain, Bupati Huda menegaskan, Pemkab Tuban telah menyiapkan seluruh kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD). Sejumlah alat medis termasuk APD untuk penangananan Covid-19 akan didistribukan ke seluruh rumah sakit,  Puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

“Juga akan dilakukan penambahan tenaga medis,” tambah tokoh Nahdlatul Ulama asal Montong.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban ini menambahkan, Pemkab telah menyiapkan anggaran Rp60 miliar untuk penanganan Covid-19 yang diambilkan dari anggaran tidak terduga, dan juga refocusing anggaran.  (tbu)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *