Warga Sekitar J-TB Sarankan Swadaya Graha Patuhi Amdal

Polusi debu JTB

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Warga sekitar proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), menyarankan agar PT Swadaya Graha mematuhi aturan yang tertuang dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam mengerjakan proyek Site Preparation Gas Processing Facility (GPF) J-TB yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Salah satunya adalah terkait dengan dampak debu. Mengingat saat ini kondisi cuaca alam sudah mulai bergeser ke musim kemarau. Sehingga membuat debu mudah terhempas kendaraan yang sedang beraktivitas melintasi jalan menuju lokasi proyek.

Warga Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Sarwono, mengatakan, saat ini mulai terlihat peningkatan aktivitas proyek yang dilakukan oleh PT Swadaya Graha. Namun hal itu belum dibarengi dengan kepatuhannya terhadap Amdal. Banyak truk tronton dan lainnya yang beraktivitas menimbulkan polusi debu. Sehingga membuat pengguna jalan terganggu dan belum dilakukan penyiraman di jalan menuju proyek Gas J-TB.

“Saya sarankan, Swadaya Graha mematuhi Amdal. Untuk mengantisipasi polusi debu harusnya PT Swadaya Graha sudah melakukan penyiraman seperti yang pernah dilakukan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP). Tapi sampai saat ini penyiraman jalan belum dilakukan oleh Swadaya Graha,” kata Sarwono, ketika ditemuai Suarabanyuurip.com di sekitar proyek J-TB, Sabtu (19/5/2018).

Baca Juga :   Pengembangan Pad C-1 Tunggu Kontrak Baru Blok Tuban

Jika penyiraman jalan tidak segera dilakukan tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan gejolak sosial warga. Kerana jalan mulai Dusun Gledegan, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam hingga lokasi proyek Gas J-TB tersebut merupakan jalan umum, dan banyak warga sekitar melewatinya. Belum lagi di kanan kiri jalan terdapat tanaman pertanian.

“Jalan itu bukan milik perusahaan saja tapi milik umum. Selain itu bukan pengguna jalan saja yang terganggu, tapi tanaman pertanian juga bisa terganggu pertumbuhannya karena daun tanaman terkena debu,” ujar pria yang karib disapa Mbah Jo ini.

Warga desa ring satu J-TB ini berharap, agar PT Swadaya Graha segera melakukan penyiraman jalan sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Terima kasih atas sarannya, dan akan saya sampaikan ke pihak manajemen Swadaya Graha terkait dengan penyiraman jalan,” kata Humas PT Swadaya Graha, Santoso, ditemui terpisah.

Sesuai dengan inspeksi mendadak (Sidak) yang pernah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro beberapa bulan lalu. Bahwa kesepakatan yang tertuang dalam Amdal adalah penyiraman jalan dilakukan sebanyak lima kali dalam sehari.(sam)

Baca Juga :   DPMPD Serahkan Berkas TKD Gayam ke Bupati Suyoto

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *