SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Dalam kegiatan safari Ramadan pertama di Desa Rayung, Kecamatan Senori atau sekitar Lapangan Migas Tapen, Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, mengaku, masih butuh data yang jelas soal tingginya angka kemiskinan di wilayahnya sekaligus cara penanganannya.
Untuk mengurai hal tersebut, Pemkab Tuban akan membentuk Dewan Riset Daerah (DRD) yang berisi orang-orang profesional dibidangnya.
“Kita masih butuh data yang jelas secara matematis tentang kondisi kemiskinan dan cara kongkrit penangannya,” ujar Bupati Tuban, Fathul Huda kepada suarabanyuurip.com, Rabu (23/6/2018).
Bupati dua periode itu, menjelaskan, jika menilik segala capaian yang ada terutama dalam bidang pertanian dan peternakan yang unggul di Jatim, meningkatnya PDRB dan penghasilan perkapita penduduk, serta jumlah pengangguran yang semakin berkurang, tidak diimbangi dengan data jumlah warga miskin yang tergolong masih tinggi. Diharapkan DRD dapat mengurai kemiskinan Tuban yang sekarang masih di rangking 5 se-Jatim.
Sesuai data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban, prosentase kemiskinan di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) hanya turun 0,47% dari 17,14% di tahun 2016 atau nomor urut lima se-Jatim. Sekarang kemiskinan Tuban 16,87%.
Kasi Statistik Sosial BPS Tuban, Eni Astutik, membenarkan kalau kemiskinan di Bumi Wali berada di urutan lima dari 38 Kabupaten/kota se-Jatim. Sekalipun Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018 Rp2 juta lebih, tapi tak berarti diikuti penurunan angka kemiskinan.
“Ada 2.000 jiwa yang terlepas kemiskinan,” sambung perempuan asal Kecamatan Soko.
Pada tahun 2016 lalu, jumlah warga Tuban yang miskin mencapai 198.350 jiwa dari 1,3 jiwa penduduk Tuban. Adanya tren turun sebesar 0,47%, sekarang warga miskin di Bumi Wali masih196.100 jiwa.
Berbeda dengan data kemiskinan, menurut Data BPS, angka tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemkab Tuban mencapai angka 76 Persen atau masuk dalam kategori ‘Baik’. Kendati demikian, hal ini belumlah cukup, kedepan harapannya akan dapat ditingkatkan lagi menjadi ‘sangat baik’.
Untuk itu, kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Tuban untuk segera dapat merealisasikan terobosan atau inovasi yang telah di buat. Beberapa inovasi yang dimiliki OPD Tuban yakni, pelayanan Jauh Menjadi Dekat (Jadek), Inovasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tuban ini akan mendekatkan pelayanan kependudukan baik dalam pembuatan KTP, KK dan lainnya, yang bisa di buat di desa tanpa harus datang langsung ke Kantor Dukcapil Tuban.
Inovasi ini sudah berjalan di 17 Desa di 7 Kecamatan Se-Kabupaten Tuban, dan oleh Bupati diharapkan untuk tahun depan bisa terlayani minimal 75 Persen dari jumlah 328 desa Se-Kabupaten Tuban.
Layanan aduan masyarakat dari Dinas Komunikasi dan Informatika yaitu TAPROSE TEMANKU. Melalui aplikasi ini masyarakat bisa mengadukan permasalahan, keluhan dan masukan kepada Pemkab Tuban dan akan direspon secara langsung oleh OPD, selain melalui aplikasi, masyarakat juga dapat mengadu melalui SMS di nomor 1708.
Salah satu hal yang bisa dilaporkan adalah jika masyarakat menemukan adanya jalan baik yang berlubang yang merupakan wewenang Pemkab Tuban, maka akan segera diupayakan perbaikan minimal 1×24 Jam oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR).
Lebih dari itu, bagi masyarakat Tuban yang sakit dan membutuhkan rawat jalan, RSUD Dr, R. Koesma Tuban memiliki Inovasi ‘Si Palin Ceria’ (Sistem Informasi Pendaftaran Rawat Jalan Online, Cepat, Ringkas Dan Akurat).
Melalui aplikasi ini pendaftaran rawat jalan dapat dilakukan dari mana saja, cukup melalui aplikasi di handphone dan bisa memilih dokter serta hari pengobatan. Masyarakat tidak lagi harus antre.(Aim)