Dinas Lingkungan Hidup Akan Deteksi Gas H2S di PT Gasuma

Dua unit motor petani hangus

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban, Jawa Timur, mengaku kaget adanya peristiwa kebakaran di luar pagar PT Gasuma Federal Indonesia pada 19 Juni 2017 lalu. Untuk mengungkap penyebab insiden itu, lembaga plat merah itu akan menerjunkan tim untuk mengecek sejauh mana gas H2S yang dikeluarkan perusahaan yang mengolah Gas Flare dari CPA Mudi, Blok Tuban menjadi LPG dan Kondensat.

“Kita akan mendeteksi H2S-nya dulu karena selama ini tidak ada masalah,” ujar Kepala DLH Tuban, Bambang Irawan, kepada suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi di gedung DPRD Tuban waktu lalu, Sabtu (30/6/2018).

Bambang menjelaskan, pihaknya belum mendapatkan laporan resmi perihal kebakaran yang menghanguskan dua motor petani Desa Sokosari, Kecamatan Soko tersebut. Kebakaran bisa muncul karena ada gas dan api di luar pagar Gasuma. 

“Yang perlu digaris bawahi, darimana munculnya kedua unsur tersebut,” ucapnya. 

Selama pemantauan DLH, PT Gasuma tidak memiliki limbah. Dikarenakan Gas Flare langsung diproduksi menjadi LPG dan Kondensat. Kalaupun ada air yang dibuang keluar, juga belum diketahui pasti darimana asalnya.

Baca Juga :   Mobilisasi Alat PT Elnusa di Lapangan Migas Sukowati Dicegat Warga Ngampel

“Gasuma tidak ada limbah, beda dengan di Lapangan Migas Mudi,” tegasnya.

Kalaupun nanti hasil penyelidikan polisi menemukan adanya kebocoran gas karena kelalaian, tentu ada sanksi yang akan diterima oleh Gasuma. Dalam Undang-undang baku mutu lingkungan, apabila kebocoran gas melampui baku mutu maka bisa sampai pencabutan izin. 

“Dalam pasal 100 kalau melebihi baku mutu akan diperingatkan dulu, kalau melebihi lagi baru akan ditindak,” tambahnya. 

Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Iwan Hari Poerwanto, sampai hari ini juga belum mengungkap penyebab kebakaran yang merugikan dua petani sekitar. Beberapa pihak terkait harus dipanggil, untuk dimintai keterangan. 

“Baru PT Gasuma yang kita panggil,” sergahnya. 

HRD & GA Manager PT Gasuma Federal Indonesia, Andi Cahaya Nugroho, menegaskan, manajemen PT Gasuma Federal Indonesia mengakui insiden kebakaran hari Selasa (19/6) sekitar pukul 07:30 WIB di luar pagar tepatnya di saluran pembuangan air ke selokan merupakan kejadian pertama sejak 2008 silam.

Perusahaan swasta itu langsung melakukan investigasi internal berupa mengecek laporan CCTV, departemen HSE, laporan operasional, dan klinik.

Baca Juga :   Ajukan Bantuan Perahu Tambang ke KKKS

“Selama ini tidak ada kegagalan teknologi di Gasuma,” pungkasnya. (aim)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *