Lahan Bandara Ngloram Masih Bisa Dimanfaatkan Warga

Sosialisasi Bandara Ngloram

SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Blora – Warga Desa Ngloram, Kecamtan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih bisa melanjutkan memanfaatkan lahan Bandara Ngloram untuk pertanian. Sekalipun pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pemagaran asset miliknya.

Hal itu terungkap saat sosialisasi pemagaran asset bandara di Balai Desa Ngloram, Rabu (4/7/2018).  

Sosialisasi ini bagian dari salah satu tahapan yang harus dilalui dalam upaya pembangunan bandara dan pemagaran asset. 

“Tidak mungkin tiba-tiba kami langsung melakukan pemagaran asset,” kata kata Pejabat pembuat komitmen Kementerian Perhubungan, Candra Jaya Candra Jaya, kepada suarabanyuurip.com melalui sambungan selularnya. 

Diakui, pihaknya tidak menginginkan adanya gejolak di masyarakat lantaran pemagaran dilakukan secara tiba-tiba. Candra menyatakan, masyarakat mendukung demi kelancaran tahapan aktivasi bandara tersbut.

“Masyarakat semua mendukung demi kelancaran pembangunan,” ucapnya. 

Dijelaskan, pemagaran aset dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan Nomor 1 tahun 2009 yang mengatur tentang keamanan dan keselamatan penerbangan.  Meski demikian, masyarakat yang tinggal di sekitar bandara nantinya tetap disediakan akses keluar masuk.

“Karena tidak mungkin akses masyarakat untuk keluar masuk rumah ditutup. Warga juga diuntungkan dengan pemagaran itu, karena tidak semua orang bisa masuk ke pekarangan mereka,” tuturnya.

Baca Juga :   SKK Migas Tawarkan Tali Asih

Menurutnya, warga setempat juga masih bisa memanfaatkan lahan untuk pertanian selama belum ada rencana pelaksanaan pembangunan. Begitu juga warga yang berjualan juga masih bisa melakukan aktivitasnya.

“Dengan catatan, ketika kami ingin memanfaatkan lahan tersebut, warga diminta siap untuk membersiahkannya,” terangnya.

Namun bagi warga yang memiki ternak diminta untuk tidak menggembalakan di areal bandara. Begitu pula bagi warga yang selama ini menggunakannya untuk latihan mengemudi.

“Sudah tidak boleh lagi, meskipun sekarang ini tidak ada aktivitas penerbangan,” pesannya. 

Saat ini pihak kontraktor sedang menyiapkan material untuk rencana pemagaran. Jika meterial sudah siap, maka pekerjaan segara dilaksanakan.

“Kami akan memaksimalkan warga sekitar untuk terlibat dalam pekerjaan yang dilakukan secara padat karya itu,” pungkasnya. 

Terpisah, perwakilan Kemenhub lainnya, Sudiro Beny Susanto, menambahkan, dalam sosialisasi ini pihak perhubungan ingin memberitahu masyarakat terkait pemagaran.

“Intinya pemberitahuan ke warga kalau aset bandara mau di pagar,” terangnya singkat. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Portal Pad B Sukowati Dibuka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *