SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Udangan silaturahmi Pertamina EP Aset 4, pada Rabu (4/6/2018) kemarin, tidak semua kepala desa ring satu Lapangan migas Sukowati, Blok Tuban, menghadiri undangan tersebut. Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel, ring satu PAD B Sukowati memboikot undangan tersebut.
Pemboikotan ini dikarenakan silaturahmi yang digelar anak perusahaan Pertamina, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), itu tidak sesuai keinginan warga. Mereka menginginkan silaturahmi digelar di balai desa dengan mengundang Pemdes, BPD, dan tokoh masyarakat. Namun silaturahmi justru digelar di lokasi Pad B.
“Harapannya, Pertamina EP Asset 4 itu menggelar acara silaturahmi di Balai Desa dengan mengundang Pemdes dan warga,” kata Sekretaris Desa Ngampel, Hantoyono, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (6/7/2018).Â
Menurutnya, undangan silaturahmi oleh Pertamina EP Asset 4 tersebut hanya ditujukan kepada Kepala Desa, sementara perangkat desa lainnya, BPD, dan tokoh masyarakat tidak menerima undangan.Â
“Kami selaku perangkat desa tidak diundang. Jadi kalau ditanya kemarin acaranya apa, ya tidak tahu,” imbuhnya.Â
Sementara itu, Kepala Dusun Ngampel, Jumadi, juga mengaku tidak mendapat pemberitahuan adanya silaturahmi yang digelar sesaat ada aksi protes dari warga terkait perekrutan tenaga kerja.Â
“Rabu pagi kami ke pos security minta dipertemukan dengan kontraktor PT PDSI dan BIAS, katanya sore dilakukan,” lanjutnya.Â
Namun, pada waktu yang dijanjikan tidak ada pemberitahuan jika Pertamina EP Asset 4 menggelar acara di Pad B, bertajuk silaturahmi dengan Desa sekitar.Â
“Saya tidak diundang, dan tidak tahu siapa saja yang diundang. Silaturahmi ini terkesan setengah hati,” tandasnya.Â
Pihaknya berharap, Pertamina EP Asset 4 bersikap transparan dengan melakukan pertemuan antara Pemdes dan warga. Agar mengetahui secara langsung, kebutuhan tenaga kerja, serta pelaksanaan program CSR kedepannya.Â
Silaturahmi yang digelar PT Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati tersebut dihadiri oleh Kepala Departemen Humas SKKMigas Jabanusa Doni Ariyantho, Sukowati Field Manager Heri Aminanto, Asset 4 Legal & Relation Manager Agustinus, Camat Kapas Agus Purwanto, Kepala Desa Campurejo Edi Sampurno, Kepala Desa Sambiroto Sujono, beserta Danramil dan Polsek Kota.
Humas SKKMigas Jabanusa Doni Ariyantho, mengatakan, tanggal 20 Mei 2018 operator di lapangan sukowati bukan lagi dikelola JOB PPEJ namun oleh PT Pertamina EP. Operator baru ini tidak seperti JOB PPEJ yang hanya memiliki wilayah kerja pertambangan hanya di sukowati.
Akan tetapi, lanjut dia, Pertamina EP memiliki wilayah kerja se Indonesia sehingga perhitungan revenuenya akan dijumlahkan se Indonesia.Â
“Kami harapkan dukungan dari masyarakat agar Pertamina EP bisa memproduksikan dan mendapatkan minyak dengan hasil yang sesuai target,” harapnya melalui siaran pers yang diterima suarabanyuurip.com
Senada disampaikan Sukowati Field Manager Heri Aminanto. Diharapkan ada dukungan dari Pemdes dan Muspika agar PT Pertamina Asset 4 Field Sukowati sebagai operator baru yang sebelumnya adalah JOB Pertamina-PetroChina East Java menjalankan operasi migas dengan lancar sesuai arahan dari pemerintah untuk meningkatkan produksi Sukowati.(rien)