Siapkan Investasi Rp420 Miliar di Lapangan Migas Sukowati

Heri Aminanto

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Pertamina EP Aset 4 menyiapkan investasi sebesar USD30 juta atau setara Rp420 miliar lebih untuk mengelola Field Sukowati yang berada di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur. 

“Itu untuk Lapangan Sukowati dan Mudi,” kata Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Manager, Heri Aminanto di sela-sela silaturahmi dan halal bi halal dengan pimpinan media di Jatim di salah satu hotel di Batu, Malang, Kamis (12/6/2018) kemarin.

Program pekerjaan dan anggaran (work program & budget (WP&B) tersebut telah disetujui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), setelah Pertamina EP mengambilalih kelola Field Sukowati dari Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOBP-PEJ), sebagai operator.

Menurut Heri, sapaan akrabnya, sumur-sumur di Field Sukowati masih ekonomis. Kandungan minyaknya lebih besar ketimbang gas. 

“Gasnya hanya sekitar 9 mm,” ucapnya. 

Oleh karena itu, pihaknya akan mempercepat recovery beberapa Sumur Sukowati untuk memacu produksi minyak. Yakni SKW 25, 15, 35, 19. Kemudian melakukan cement sques perfore interval stimulan di SKW 5, 6, 14, 27, 12, 33, 16, dan repair di SKW 28.

Baca Juga :   PMII Tuntut Pemerintah Sejahterakan Petani

“Ada satu sumur yang dalam, satu sumur bisa untuk pekerjaan tiga sumur. Produksinya bisa 7 ribuan,” terang pria asli Palembang itu.

Untuk melaksanakan program kerja di Field Sukowati manajemen telah menyetujui penambahan jumlah rig sehingga total menjadi tiga rig, agar mempercepat pekerjaan dari target awal.  

Pihaknya tengah melakukan kajian subsurface untuk melakukan aplikasi teknologi baru menggunakan nitrogen pada sejumlah sumur yang diharapkan mendapatkan total tambahan produksi sekitar 450 barel per hari. 

Selain itu mengkaji pemasangan gas compressor untuk sumur-sumur yang menggunakan gas lift sebagai booster untuk menaikan tekanan gas injeksi. Diharapkan hasilnya mendapatkan total tambahan produksi sebesar 225 barel per  hari.

“Kami juga akan mengaktifkan kembali sumur-sumur mati  di Field Sukowati dengan perkiraan 400 barel per hari dan work over pada lima sumur dengan estimasi total 500 barel per hari serta stimulasi/pengasaman pada tujuh sumur dengan total perkiraan 350 barel per hari,” terangnya.

Program paling strategis dari Field Sukowati adalah melakukan kajian di fasilitas produksi antara lain pemasangan Early Production Facility (EPF) di Sukowati PAD A & B untuk sumur natural flowing yang diharapkan mendapatkan 400 barel per hari dan menghemat tekanan reservoir sehingga memperpanjang usia sumur. Selain itu,

Baca Juga :   Beli LPG 3 Kg Wajib Gunakan KTP, Pangkalan dan Agen Langgar Aturan Bakal Ditutup

Field Sukowati juga akan mengkaji EOR C02 Injeksi terkait adanya produksi C02 di Lapangan Jambaran-Tiung Biru.

Saat ini produksi minyak di Fiels Sukowati menunjukkan trend positif. Produksi per Mei sebanyak 6.410 berel, meningkat di bulan Juni sebesar 6.798 berel, dan meningkat lagi menjadi 7.800 berel per Juli.

“2018 ini kita targerkan bisa produksi 8.000 berel,” pungkas Heri di dampingi Public & Relations Asisten Manager Pertamina EP Aset 4, Panji Galih Anoraga. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *