SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban- Kementrian Agama (Kemenag) Tuban, Jawa Timur, mencatat, dari 1.010 Calon Jemaah Haji (CJH) yang berangkat ke Tanah Suci tahun 2018, 503 jemaah diantaranya memiliki resiko tinggi (Risti) kesehatannya. Jumlah tersebut naik menjadi 49,8%, dari tahun sebelumnya 47,4%.
“Risti di Tuban lebih tinggi dari tahun sebelumnya,” ujar Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Tuban, Umi Kulsum, kepada suarabanyuurip.com, di kantornya Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Tuban, Rabu (25/7/2018).
Umi sapaan akrabnya, menegaskan, dari 503 jemaah Risti diantaranya berpenyakit yang tidak mengenal usia, dan lansia. Jauh sebelum mendaftar haji, mereka sudah memiliki penyakit bawaan. Untuk itu, Kemenag diharapkan membawa obat pribadi supaya tidak kehabisan di tanah suci.
“Kalau tahun 2017 Risti didominasi lansia,” jelas perempuan ramah ini.
Berkat persiapan yang matang, sampai detik ini belum ada laporan CJH yang mundur. Semuanya masih utuh sebanyak 1.010 CJH, dan diharapkan selamat menjalankan ibadahnya begitupula kembali ke Tanah Air.
Sebelum berangkat tanggal 31 Juli besok, semua CJH diminta mempersiapkan semua perlengkapan. Sekaligus mwmperhatikan larangan dari pemerintah.
Untuk barang yang wajib dibawa selain yang ada di koper besar, juga tas paspor (dokumen visa, kartu kesehatan BPJS, kartu kesehatan elektronik). Dokumen penting tersebut, baru akan diberikan 6 jam sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Sementara, barang yang dilarang untuk dibawa di pesawat, seperti magiccom, kompor, benda cair (kecap, minyak goreng), korek api, dan bahan berbau tajam.
“Rokok boleh bawa maksimal 200 batang, kalau lebih didenda Rp70 juta,” terang Umi.
Perlu diperhatikan pula, cuaca di Arab Saudi kabarnya sangat panas hampir 45 derajat. Para jemaah jangan lupa membawa sandal beberapa pasang. Selain itu, kalau di Madinah harus mengingat nama hotel dan nomor kamar.
“Masker basah, topi, dan payung harus bawa. Makan dan minumlah secukupnya,” pesan perempuan yang pernah berangkat haji sekali itu.
CJH juga harus paham, jika beban barang yang akan dibawa untuk koper tidak lebih 32 Kg. Tas tenteng tidak lebih 7 Kg, karena isinya pakaian ihrom, obat-obatan, dan handuk. Tas paspor juga jangan sampai terpisah dari badan CJH, karena sebagai petunjuk saat tersesat.
“Mulai saat ini jemaah harus menjaga kesehatannya, dan keluarga cukup mengantar sampai Alun-alun Tuban,” tandasnya.
Sebatas diketahui, dari 1.010 CJH terbagi dalam tiga Kelompok Terbang (Kloter). Kloter 42 berisi 445 jemaah, Kloter 43 lengkap 445 jemaah, sedangkan 123 jemaah lainnya tergabung dengan jemaah Pacitan, Bojonegoro, dan Surabaya dalam Kloter 44.(Aim)