SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Sudah dua tahun lebih, warga Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, menanti janji Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, merealisasikan pembangun jalan perbatasan Tuban – Bojonegoro.
Sampai detik ini, orang nomor satu di Bumi Wali itu tak kunjung mewujudkan janjinya pada 2016 silam, untuk mengaspal jalan sepajang 1 kilometer (Km).
“Sebagai warga Tuban di perbatasan kami merasa dianaktirikan,” ujar tokoh pemuda Banyuurip, Bambang, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (25/7/2018).
Bambang menegaskan, sejak pemerintahan Bupati Fathul Huda, kondisi jalan di perbatasan Banyuurip belum pernah tersentuh perbaikan. Sudah puluhan tahun jalan berlobang, bahkan separuhnya mulai berwujud bebatuan yang menonjol ke permukaan. Â
Di tahun 2016 lalu, Bupati Tuban, dan Camat Senori sempat berkunjung ke Desa Banyuurip. Setahun kemudian, warga dijanjikan persoalan infrasuktur jalan raya akan dilakukan pengaspalan sejauh 800 meter.Â
“Kabarnya sudah dimasukkan atau dialokasikan APBD Tuban 2017. Entahlah sampai tahun ini 2018 janji itu seperti menguap,” terangnya.Â
Belum adanya perhatian itulah, membuat warga geram dan pada tanggal 23 Juli kemarin jalan ditanami pohon pisang dan batu. Aksi spontanitas ini menjadi wujud, minimnya perhatian Pemkab terhadap jalan di perbatasan.Â
Bambang juga menggerutu, potensi minyak di desanya belum berdampak positif bagi masyarakat. Padahal jalan yang rusak tersebut juga menjadi akses utama moving alat berat Pertamina.Â
“Kepada siapa kami harus mengadu,” tegasnya.Â
Menyikapi protes warga Banyuurip, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Tuban, langsung bersikap. Dia membenarkan jika Pemkab Tuban juga memiliki tanggungjawab memperbaiki jalan tersebut.Â
“Banyak pihak yang bertanggungjawab atas jalan itu, termasuk Pemkab Tuban,” sergah Wabup dua periode ini.
Pria kelahiran Kecamatan Rengel ini, menjelaskan jika dulu pernah ada izin penggunaan jalan oleh Pertamina EP Asset 4. Setiap saat alat berat Pertamina bisa melalui jalur tersebut, dan diduga memicu kerusakan jalan.Â
Biasanya kalau pemkab tegur, Pertamina berdalih aktifitas belum selesai dan perbaikan dilakukan setelah semua rampung. Kendati demikian, masyarakat sekitar tidak mau tahu karena merasakan betul dampak saat melintas.Â
“Kita akan koordinasi juga dengan Pemkab Bojonegoro untuk memastikan status jalan masuk wilayah kabupaten mana,” terangnya.Â
Lebih dari itu, Wabup juga akan memanggil Pertamina EP Asset 4 field Cepu. Apabila itu tanggungjawabnya perusahaan plat merah, pemkab akan meminta untuk memperbaikinya.Â
Sementara, Asset 4 Goverment & Public Relation Assistent Manager PT Pertamina EP, Panji Galih Anoraga, membenarkan jalur tersebut menjadi salah satu jalur lintasan alat berat Pertamina. Apabila Pemkab Tuban ingin berkoordinasi soal perbaikannya, pihaknya siap mendukungnya.Â
“Syukur kalau diundang membahas perihal tersebut jadi biar clear karena untuk kebaikan bersama,” pungkasnya. (aim)