Staf Ahli DPR RI dan Dirut PDAM Dilarang Masuk Lokasi

Staf Ahli DPR RI dan Dirut PDAM Dilarang Masuk Lokasi

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Pekerjaan perbaikan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, oleh PT Hutama Karya (HK), ditengarai tak sesuai rencana. Ketika Staf Ahli DPR RI, Seno Margo Utomo bersama Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora, Yan Ria Pramono, mendatangi lokasi SPAM pintu masuk dikunci rapat oleh penjaga, dan kemudian ditinggal masuk ruangan. 

Kedatangan Seno dan Pramono untuk mengetahui progres pekerjaan SPAM. Proyek ini sempat ambruk saat dilakukan uji coba beberapa waktu lalu.

“Kenapa dikunci, ini ada apa?” ujarnya penuh tanya saat di depan pintu masuk, Senin (27/8/2018).

Seno menyempatkan untuk mengintip pekerjaan melalui lubang pagar.

“Ini bisa memunculkan indikasi pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan,” ungkapnya. 

Dijelasakab kedatangannya hanya ingin melakukan peninjauan untuk mengetahui progres pekerjaan dari proyek senilai Rp135 miliar tersebut.

“Saya tidak ada tendensi apapun. Bukankah segala pekerjaan pemerintah itu boleh diketahui dan transparan ?Justru ini malah ditutup-tutupi,” tandasnya. 

Baca Juga :   Tanah Gaji Dijanjikan 2 Bulan Rampung

Dengan tidak terbukanya pekerjaan tersebut, dirinya berencana melakukan komunikasi dengan kontraktor pelaksana, PT Hutama Karya.Karena proyek ini menjadi harapan masyarakat Blora yang selama musim kemarau kekurangan air.

“Kita berharap proyek ini segera berfungsi,” ucapnya.

Sementara, Dirut PDAM Blora, Yan Ria Pramono, mengaku selama berlangsungnya pekerjaan tidak bisa memasuki lokasi. Bahkan dirinya tidak mengetahui progres dari pelaksnaan pekerjaan tersebut.

“Kami sendiri tidak bisa masuk dan mengetahui progresnya,” sambungnya.

Dari laporan yang disampaikan pelaksana kegiatan, kata dia, saat ini pipa SPAM sudah menyambung dengan pipa milik PADAM.

“Sudah konek tapi belum diuji coba,” terang dia. 

Selain itu, sekarang ini sedang berlangsung pekerjaan pembongkaran bangunan prasedimentasi yang sempat ambrol. Menurut rencana, air akan langsung mengalir melalui pipa PDAM Blora tanpa diendapkan dahulu pada bangunan Prasedimentasi. 

“Uji coba nanti akan dilaksanakan pada awal Septemner,” terang pria asli Blora ini. 

Sebelum proyek SPAM belum benar-benar selesai dan dianyatakan aman, pihaknya mengaku tidak berani menerimanya. Dikhawatirkan terjadi hal serupa sehingga butuh anggaran milyaran rupiah lagi untuk memperbaikinya.

Baca Juga :   Bojonegoro Terancam Krisis Petani, Berkurang 3.200 Orang Tiap Tahun

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak yang bertanggun jawab memberikan berkomentar terkait proyek SPAM. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *