Mahipal Tuban Kaji Goa Sekitar Wisata Nglirip

Goa di Tuban

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban – Tim ekspedisi Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Jawa Timur, telah melakukan kajian sekaligus menginventarisir Goa Temu Giring yang berada di sekitar wisata Air Terjun Nglirip, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan.

Goa yang letaknya tak jauh dari sumur tua Lapangan Migas Gegunung ini, bukan goa baru seperti yang di temukan di Desa Jadi, Kecamatan Semanding waktu lalu.

“Goa ini menjadi salah satu goa yang kita lewati atau belum terpetakan untuk program ekspedisi tahunan Mahipal,” ujar perwakilan tim Ekspedisi Mahipal, Nafikurrohman, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (29/8/2018).

Nafik sapaan akrabnya, menjelaskan, goa ini baru diketahui pada tahun ini, bersamaan dengan goa baru yang di temukan di Kecamatan Singgahan. Hal yang tak terduga adalah goa dengan mulut goa dari tangkapan air kawasan permukaan (tempat larinya aliran air masuk ke dalam goa).

Begitu luasnya tangkapan air permukaan, menjadikan struktur goa ini aliran sungai bawah tanah dengan banyak percabangan dan lorong bertingkat. Hal ini menjadi sangatlah penting untuk di kaji ulang,  akan impact atau dampak berantai dari goa terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga :   Pemandu Karaoke di Blora Terdata Resmi Berkartu

Apabila dianalisa arah lorong goa ini, juga menjadi salah satu pipa/aliran penyuplai pasokan air sekitar Sungai Nglirip. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan tindakan pengelolaan, pemeliharan,  dan pemanfaatkan lokasi sekitar goa supaya lebih strategis.

“Kerusakan atau pengelolaan yang salah, sangat berpengaruh terhadap air Sungai Nglirip baik kondisi maupun volume air sungai,” terang aktivis pecinta alam asli kelahiran Bulu Jowo, Kecamatan Bancar.

Banyak potensi yang perlu diinventarisir lebih lanjut. Potensi singkatnya yang bisa dilihat dari goa ini, merupakan salah satu produk pendukung serangkaian wisata Air Terjun Nglirip. Mahipal Tuban sebagai salah satu organisasi pemerhati goa akan terus mengkaji dan menginventarisir lebih lanjut. Baik potensi maupun ancaman yang terjadi terhadap goa-goa di Tuban.

Dalam goa ini banyak potensinya, mulai potensi Hidrologi, Biologi, dan sungai bawah tanah. Lebih dari itu, goa ini memang lebih cocok untuk wisata minat khusus, karena kondisinya turunan vertikal dengan kedalaman 15 meter.

Untuk itu, Nafik menilai jika goa ini cocok untuk para wisatawan yang suka petualangan, apabila nantinya dikembangkan. Di dalamnya terdapat aliran sungai serta air terjun yang diprediksi bisa menarik wisatawan minat khusus, selain karena keindahan ornamennya.

Baca Juga :   Wiwit Tandur Diiringi Langen Tayub

Sebatas diketahui, ketinggian atap goa sampai ke dasar memang variatif atau berbeda-beda, mulai 13 hingga 15 meter. Sedangkan, panjang goa yang baru ditelusuri sekitar 300 meter, dan itu baru 20 persen dari lorong-lorong yang belum ditelusuri dan dipetakan. Karena diprakirakan masih banyak lorong percabangan.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *