Gantikan Pot Bunga dengan Sampah

Gantikan pot bunga dengan sampah

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Keberadaan jembatan nasional di Jalan Panglima Sudirman Tuban, Jawa Timur, yang melintang di atas Sungai Mangunjoyo, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, pada Minggu (28/10) pagi, menjadi pusat perhatian pengguna jalan. Di sisi utara jembatan yang biasanya terdapat pot bunga, mendadak berubah menjadi tempat gantungan sampah. 

“Sengaja kami gantung sampah di jembatan supaya menjadi perhatian semua pihak,” ujar Koordinator Pemuda Karangsari, Muhammad Gige Darmawan, ketika ditemui suarabanyuurip.com di sela-sela aksinya di atas jembatan yang jaraknya hanya 900 meter dari Alun-alun Tuban. 

Pemuda bertubuh gempal itu, mendorong Pemerintah Kabupaten serius menangani persoalan sampah di Bumi Wali. Warga Karangsari sejak 2015 silam, sudah sadar dan kerja bakti bersih-bersih sungai ikon kabupaten berjuluk Kota Seribu Goa ini. 

Adanya pot bunga dan banner di sisi Utara jembatan waktu lalu, dinilai bukan solusi yang tepat untuk menutupi sampah. Jalan satu-satunya yaitu melakukan normalisasi sungai dengan alat berat. Setelah itu, warga Karangsari siap merawat kebersihannya. 

Baca Juga :   3 Pengedar Pil Koplo Ditangkap

“Tanpa uluran semua pihak kebersihan sungai ini sulit diwujudkan,” papar pemuda yang menginisiasi aksi gantung sampah diatas jembatan. 

Dinas terkait juga dorong pemuda Karangsari, untuk tak lelah menyosialisasikan ke masyarakat tepi sungai jangan buang sampah di sungai mulai daerah hulu. Cara itu harus terus dilakukan, untuk mengurangi tumpukan sampah di wilayah hilir sungai disaat banjir bandang. 

Apabila warga Karangsari saja yang bergerak, tentu butuh waktu tahunan lagi untuk mengubah wajah Kali Mangunjoyo yang asri dan bersih. Kemampuan warga hanya dua tangan, dan akan lebih cepat bila dibantu alat berat untuk mengangkat sampah plastik di dalam sungai. 

“Sekali lagi kami butuh solusi bukan janji-janji yang pernah diucapkan pimpinan Bumi Wali,” terangnya. 

Mendengar aksi pemuda menggantungkan sampah di atas jembatan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Tuban, Darmaji, langsung memberikan tanggapan. Selama ini pemerintah tak ada niat menutup jembatan Mangunjoyo. 

Pot bunga yang terpasang tahun 2017 lalu, bertujuan mempercantik jembatan khususnya malam hari dengan kerlap kerlip lampu. Ternyata di musim kemarau bunga tersebut mati, dan diambil oleh petugas. 

Baca Juga :   Sanggar DOT Art Gelar Pameran Seni Rupa Inklusi

Sedangkan banner yang dipasang kemarin, tujuannya hanya uji coba. Ternyata beberapa hari terpasang tak kuat menahan angin, dan akhirnya bannernya robek. Itupun juga sudah diambil petugas.

“Di tahun 2019 mendatang kita sudah anggarkan untuk pengadaan pot bunga,” sambung mantan Kabag Kesra Setda Tuban.

Selama ini petugas kebersihan yang berjumlah enam orang, juga rutin membersihkan sampah dan sekitar jembatan Mangunjoyo. Disamping itu, memberikan bak sampah ke masyarakat dan kalau penuh cukup dibawa ke tepi jalan untuk diambil petugas.

“Setiap empat hari sekali kita bersih-bersih,” tegas mantan Camat Plumpang. 

Pantauan di lokasi, para pengguna jalan Nasional rela mengurangi laju kendaraanya untuk melihat tulisan yang dipasang para pemuda. Tak jarang mereka mengabadikannya lewat foto maupun video. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *