Gelar Pembekalan Tiga Pilar Plus di Kecamatan Gayam

Pembekalan di Gayam

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko 

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, bersama Polres Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar kegiatan pembekalan tiga pilar plus dan elemen masyarakat di Pendapa Kecamatan Gayam, Senin (05/11/2018).

Hadir dikegiatan dalam rangka Harkamtibmas yang Aman, Damai dan Sejuk di wilayah Hukum Polres Bojonegoro tersebut, Kapolres Bojonegoro AKBP Ari Fadli, perwakilan EMCL, Site Manager Rekind Zainal Arifin, Forkopimcam Gayam, Kades se Kecamatan Gayam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. 

Dalam samhutannya, Plt Camat Gayam Sahari, mengatakan, wilayah Kecamatan Gayam terdiri dari 12  desa, dengan luas wilayah 50, 05 kilo meter. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 34.213 jiwa, dengan rincian laki-laki sejumlah 17236, dan perempuan 16977.

“Alhamdulillah dengan dukungan semua pihak hingga saat ini kondisi Gayam berjalan dengan baik,” kata Sahari.

Pria ramah ini berharap, untuk lebih meningkatkan keamanan, baik dari pemdes maupun tokoh masyarakat untuk tetap menjaga wilayah Gayam yang aman, kondusif, damai dan sejuk.

“Mari kita ciptakan suasana yang sejuk, Dan menjalankan program mandiri baik untuk menyejahterakan masyarakat Gayam,” tandasnya.

Baca Juga :   Bapemperda Laporkan Perubahan Propemperda Bojonegoro 2019

Sementara Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, menjelaskan, menjaga kondisi keamanan yang baik dilingkungan sekitar perlu dilakukan oleh semua pihak. Sehingga dapat memperlancar aktivitas masyarakat. Apalagi wilayah Gayam sebagai lokasi objek vital nasional (obvitnas) tentu menjadi pantauan secara nasional juga. Karena terdapat lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu

Selain itu akan adanya pemilukada yang akan dilaksanakan pada 17 April mendatang PPK, PPS agar segera mempersiapkan diri dengan baik. Shingga dalam menjalankan tugasnya nanti bisa berjalan lancar sesuai harapan bersama.

“Mari kita bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif,” ujarnya 

Adanya obvitnas agar masyarakat bisa memahami semuanya. Karena lokasi migas Banyuurip bukan milik warga Gayam saja tapi milik Negara. Sehingga baik dari pemdes, dan tokoh masyarakat harus tetap menjaga situasi dan kondisi yang kondusif, aman, dan sejuk.

“Jika ada masalah sebaiknya bisa diselesaikan dengan baik yaitu duduk satu meja. Sehingga hasilnya akan baik pula,” pungkas Kapolres.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Dua Jabatan Kosong, Pelayanan Masyarakat Campurejo Terkendala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *