Menteri Jonan Ajak Nelayan Tuban Hemat Energi

Menteri ESDM Inasius Jonan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan mengajak seluruh nelayan kecil yang memiliki perahu dibawah 5 GT di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, untuk menghemat energi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan beralih ke Bahan Bakar Gas (BBG).

Dalam tiga tahun terakhir, 1.096 nelayan Tuban sudah dibantu mesin Konverter Kit atau pengubah BBM ke BBG dari Pemerintah Pusat.

“Tahun 2018 ada 200 nelayan kecil yang menerima bantuan mesin Konverter Kit,” ujar Menteri Jonan, kepada suarabanyuurip.com ketika ditemui usai serah terima mesin di Mangrove Center Tuban (MCT) Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Selasa (13/11/2018).

Menteri Jonan menjelaskan, di Tuban masih ada seribuan nelayan yang belum menerima mesin tersebut. Diharapkan tahun 2019 sebanyak 500 unit mesin bisa dikirim ke Tuban, dan selebihnya dituntaskan tahun 2020 mendatang.

Di mohon perlengkapan administrasinya bisa dipenuhi sesegera mungkin, supaya Kementrian ESDM persiapannya tak terburu-buru. Nantinya yang mengawal anggarannya langsung Komisi I DPR RI, Satya Widya Yudha.

Mengenai program Konverter Kit sebenanrya tujuannya menekan biaya operasional melaut lebih rendah, sehingga pendapatan nelayan bisa membaik. Perawatan pun lebih mudah, karena mesinnya lebih bersih dengan menggunakan gas.

Baca Juga :   Komisi VII Minta Pertamina Genjot Produksi untuk Capai Target Lifting Migas

“Kalau gunakan BBM sekali melaut 6-7 liter,” beber Menteri Jonan.

Di bandingkan kalau LPG, cukup dengan satu tabung 3 Kg sekali melaut. Keuntungannya bisa Rp20 ribu. Untuk jaminan stok LPG tetep jalan. Harapannya paling tidak nelayan bisa hemat sekali melaut 50 ribu.

“Cerita nelayan kalau pakai LPG bagus ikannya tak bau Solar dan dijual lebih mahal harganya,” terangnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pembangunan Infrastuktur Migas, Alimuddin Baso menjelaskan, pembagian mesin konversi BBM ke BBG ini berdasarkan amanat Perpres 126 tahun 2015. Bantuan ini sudah dilakukan tiga tahun berturut-turut.

Di tahun 2016 sebanyak 330 unit, 2017 sebanyak 556 unit dan 2018 sebanyak 200 unit. Harapan bagi nelayan bisa bermanfaat untuk keluarga. Disamping itu, bagi negara bisa mengurangi penggunaan BBM Nasional.

“Tolong mesin ini jangan dijual karena barang negara. Mudah-mudahan ini berkah,” pintanya.

Bupati Tuban, Fathul Huda, menambahkan, kaitannya dengan nelayan jumlahnya sekira 19 ribu orang. Realitanya kehidupan nelayan masih belum menggembirakan. Kalau ditotal per bulan penghasilan nelayan tak lebih dari 1,5 juta atau dibawah UMR.

Itu pun belum lagi BBM sulit, kadang-kadang juga telat. Belum lagi BBM naik harganya pendapatan nelayan lebih tertekan lagi, sehingga waktu itu banyak bengkel kecil yang merekayasa BBM ke BBG.

Baca Juga :   Bojonegoro Dapat PI 10 Persen Blok Tuban

Saat itu pihaknya tak berani merekomendasi, khawatirnya ketika terjadi ledakan Pemkab Tuban tak bisa bertanggungjawab. Adanya bantuan Konverter Kit ini, Pemkab berterimakasih sekali dengan program kemitraam Kementrian ESDM dan Komisi VII DPR RI.

“Di Tuban sampai saat ini sudah ada 1.000 nelayan yang menerima mesin Konverter Kit ini. Kurang lebih masih kurang 1.000 lagi, karena jumlah nelayan dibawah 5 GT ada 2 ribu,” tegas Bupati petahana di kabupaten depan panjang garis pantai 65 Km.

Salah satu penerima mesin Konverter Kit, nelayan Palang, Imam, sangat berterimakasih karena bisa menghemat sampai 50%. Semula rata-rata butuh BBM 4-10 liter, sekarang cukup satu tabung gas 3 Kg sekali melaut.

“Sangat irit dan menguntungkan nelayan,” tegasnya.

Diketahui, paket mesin yang diterima nelayan di Kecamatan Jenu, Tambakboyo, dan Widang berupa satu unit mesin penggerak, satu unit Konverter Kit dan aksesori pendukungnya, dua tabung LPG 3 Kg beserta isinya, satu unit as panjang, baling-baling dan aksesorisnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *