Progres Proyek Jambaran-Tiung Biru Baru 9%

Progres Proyek Jambaran-Tiung Biru Baru 9 persen

SuaraBanyuurip.com - 

Bojonegoro – Progres proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru atau JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, baru mencapai sembilan persen. Proyek ini dikendalikan Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) dengan kontraktor Konsorsium PT Rekayasa Industri – Japan Gas Corporation Indonesia – Japan Gas Corporation (RJJ).  

“Informasi terakhir yang saya terima minggu lalu, secara keseluruhan hampir sembilan persen. Sekarang bisa bertambah karena walaupun libur pekerjaan tetap jalan,” kata JTB Site Office & Public and Government Affaira Manager, Kunadi kepada suarabanyuurip.com, di sela-sela pembukaan pelatihan program kewirausahaan dan meknik di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Jatim wilayah Bojonegoro, Senin (19/11/2018) kemarin.

Perkembangan proyek Jambaran – Tiung Biru ini dipengaruhi beberapa hal. Diantaranya pada tahap awal persiapan perizinan, penyiapan lahan sekitar 165 hektar yang dibagi dalam beberapa kuadran.

“Pembagian ini untuk memudahkan komunikasi jika ada kejadian. Semisal di tempat ini mengerjakan apa, di tempat itu mengerjakan apa,” ujarnya.

Saat ini, pekerjaan proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement, and Construction – Gas Processing Facility/EPC-GPF) Jambaran-Tiung Biru baru mencapai sembilan persen. Proyek ini telah berjalan setahun sejak Oktober 2017 lalu, dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2021.

Baca Juga :   Kuota LPG di Blora Naik 30%

Dalam beberapa hal, Kunadi mengakui, jika progres proyek Jambaran-Tiung Biru ini seolah-olah kecil. Dikarenakan ada pekerjaan optimasi advance engineering atas permintaan pemerintah untuk mengefisienkan biaya proyek dari sebelumnya US$ 2,2 miliar, turun menjadi UD$ 1,54 miliar.

“Permintaan efsiensi ini dikarenakan ada penurunan harga minyak dan sebagainya,” ucap Kunadi.

Adanya permintaan advance engineering ini Pertamina EP Cepu kemudian melakukan sejumlah upaya-upaya penyesuaian. Penurunan biaya ini mengakibatkan keuntugan yang diperoleh Pertamina maupun partnernya juga berkurang. 

Sehingga secara otomatis terdapat penyesuaian rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru. 

“Sudah pasti itu ada penyesuaian karena tidak sesuai dengan rencana awal. Itu akan segera diselesaikan kawan-kawan yang mengurus anggaran. Sekarang fokus kita dipenyelesaian optimation advance engineering” tegas pria asli Pati, Jawa Tengah itu.

Diharapkan optimation advance engineering proyek Jambaran-Tiung Biru cepat selesai karena menyangkut banyak pihak. Baik di internal Pertamina EP Cepu maupun kontraktor pelaksana RJJ yang dikoordinatori oleh PT Rekayasa Industri (Rekind), maupun persetujuan dari SKK Migas, Kementerian ESDM, dan Pertamina (Persero).  

Baca Juga :   Komisi VII Minta PGN Maksimalkan Jargas di Jawa Timur

“Mudah-mudahan ini bisa cepat selesai,” tegasnya. 

Menurut Kunadi selama ini progress konstruksi Jambaran-Tiung Biru berjalan bagus. Jika optimation advance engineering cepat selesai makan akan diikuti peningkatan project konstruksi secara besar-besaran. Dengan penyerapan tenaga kerja skill, semi skill dan unskill hingga 6.000 orang.

“Kita harapkan dari sisi teknis maupun non teknis tidak ada masalah,” harapnya. 

Karena aspek teknis maupun non teknis, tambah Kunadi, saling mendukung. Semua pekerjaan dikerjakan secara pararel. Sehingga jika ada satu pekerjaan inti yang terhambat, maka akan menunda pekerjaan lainnya.

Sedangkan di sisi lain pemerintah hanya memberikan toleransi, perkiraan gas yang selama ini untuk kebutuhan Jawa Timur dan Jawa Tengah itu akan mengalami deklaim pada akhir tahun 2021. Artinya, gas Jambaran-Tiung Biru menjadi andalan jika kebutuhan listrik tidak terpenuhi. 

“Produksi gas sebanya lk 192 juta standar kaki kubik per hari dari Jambaran-Tiung Biru ini harus digelontorkan untuk kebutuhan listrik di dua provinsi,” pungkas Kunadi. (suko)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *