Pemkab Bojonegoro Evaluasi Rencana Bisnis BUMD

Pemkab Bojonegoro Evaluasi Rencana Bisnis BUMD

SuaraBanyuurip.com - 

Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, akan mengevaluasi rencana bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Selama ini kinerja perusahaan plat merah tidak optimal dalam menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD). 

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Budi Irawanto dalam rapat Paripurna Jawaban Eksekutif Atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Bojonegoro Dalam Rangka Pembahasan R-APBD 2019, Rabu (21/11/2018). 

“Ini merupakan cambuk bagi kami untuk melakukan analisa yang mendalam,” ujarnya.

Analisa itu akan dilakukan terutama saat menyusun rencana bisnis pada awal tahun dan hasil akhir. Sebab setoran laba atas penyertaan modal pada BUMD pada kenyataan belum sesuai harapan. Sedangkan badan usaha serupa milik swasta mampu tumbuh berkembang dengan baik. 

Oleh karena itu, secara umum pembenahan yang akan dilakukan antara lain efisiensi dan menangkap peluang bisnis. Selama ini masih ditemukan pengelolanya tidak memiliki keahlian yang cukup. Ditambah keputusan manajerial terkait investasi baru, penentuan tarif diambil secara tidak profesional.

“Kita akan mantapkan rencana bisnis dengan belajar dari pengalaman tahun sebelumnya,” tegas pria yang hobby trail ini. 

Baca Juga :   Paripurna APBD-P Blora Digelar

Sehingga nantinya keputusan yang diambil tidak menjadikan BUMD semakin tumbang, namun mampu menjawab tantangan dan semangat dibentuknya BUMD serta tidak menjadi beban APBD.

“Kita akan perkuat pengendalian dan pengawasan dengan mempersiapkan dewan komisaris yang mempunyai jiwa entrepreunership dan bisnis yang bisa bertindak, seperti dewan komisaris pada perusahaan swasta,” tandas Ketua DPC PDI Perjuangan itu. 

Disamping itu, nantinya seluruh rencana bisnis BUMD wajib diikat dengan pakta integritas dari masing-masing direktur. Sehingga reward dan punishment atas tugas dan jabatan yang diemban benar-benar dapat dilaksanakan dengan profesional.

“Sehingga BUMD mampu menghasilkan laba yang tinggi untuk penerimaan PAD,” tegasnya.

Sejumlah BUMD yang disorot adalah Griya Dharma Kusuma, PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR), PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). 

Dari data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro menyebutkan, target laba semua BUMD tahun 2018 adalah sebesar Rp22 miliar. Per Agustus 2018, laba yang masuk adalah sebesar Rp20 miliar.(rien)

Baca Juga :   Pencoretan Anggaran Blok T Menuai Protes Warga

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *