SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro –  Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Muawanah telah menginstruksikan kepada semua pemerintah desa di wilayahnya agar mengganti pavingisasi jalan poros desa dengan aspal. Pengaspalan jalan poros desa ini bisa menggunakan alokasi dana desa atau bantuan keuangan dari Pemkab Bojonegoro.
“Mekanismenya, bisa langsung dengan instansi terkait saja ya,” kata Bu Anna, sapaan akrabnya.
Kepala Bagian Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, I Nyoman Sudana menjelaskan, apabila desa tidak sanggup untuk membiayai perbaikan jalan menggunakan aspal, bisa mengajukan surat kepada Bappeda.Â
“Kami akan merekomendasikan desa tersebut untuk mendapat bantuan keuangan atau bisa menggunakan sistem dana sharing,” ujarnya.
Instruksi tersebut mendapat tanggapan sejumlah pemerintah desa. Mereka menyambut postif pengaspalan jalan poros desa. Hanya saja lembaga pemerintahan di tingkat bawah itu tak sanggup melakukan pengasapalan jika biayanya harus dibebankan kepada desa melalui alokasi dana desa (ADD) maupun dana desa (DD).
Pemerintah Desa Ngampel dan Sambiroto, Kecamatan Kapas, misalnya. Dua desa itu berada di ring satu Lapangan Minyak Sukowati, Blok Tuban. Namun kedua desa tersebut tak sanggup mengaspal jalan poros desa di wilayahnya jika biayanya ditanggung pemerintah desa.
“Kami sangat apresiasi instruksi Bupati Anna yang meminta pengaspalan jalan untuk poros desa, tapi rasanya anggaran yang ada tidak akan mampu membiayainya,” kata Sekretaris Desa Ngampel, Hantoyono, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (5/12/2018).Â
Menurutnya, dengan kekuatan APBDes Rp1 miliar setiap tahunnya, tidak akan mampu menyelesaikan pengaspalan jalan poros desa yang panjangnya mencapai 1,5 Kilometer lebih. Sedangkan Alokasi Dana Desa yang hanya sebesar Rp460 juta dan Dana Desa sebesar Rp700 juta.
“Mustahil itu bisa diwujudkan,” ucapnya.
Selama ini, kondisi jalan poros desa di Ngampel sebagian rusak parah. Walau berupa aspal, namun banyak yang berlubang, retak, ataupun mengelupas.
Sementara, perbaikan dilakukan bertahap seperti tahun ini baru menyelesaikan pengaspalan jalan sepenjang 600 meter.Â
“Kami belum dapat pemberitahuan resmi, mekanisme anggarannya bagaimana. Apa dapat bantuan dari Pemkab, atau bagaimana. Yang jelas, anggaran desa tidak akan sanggup,” tandasnya.Â
Senada disampaikan Kepala Desa Sambiroto, Sudjono. Dia mengaku anggaran desa tidak akan mampu mengganti jalan berpaving menjadi aspal.Â
“Jalan poros desa yang dipaving ada sekitar 2,5 Kilometer lebih, kalau diaspal semua pasti bagus. Tapi anggarannya darimana,” imbuh pria yang pernah menjabat Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kapas itu.
Alokasi dana desa yang diterima Ngampel tahun 2018 sebesar Rp465 juta dan dana desa sebesar Rp700 juta. Sebagian besar anggaran tersebut digunakan operasional desa dan gaji perangkat.
Sedangkan perbaikan jalan selama ini dilakukan bertahap dan sebagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) operator migas Lapangan Migas Sukowati.(rien)