PT IKSG Tuban Didemo Pemuda Karangasem

Pemuda Karangasem Tuban demo

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk didemo puluhan  Pemuda Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, didukung Aliansi Karang Taruna Semen Gresik. Aksi turun jalan ini dipicu adanya perekrutan 10 tenaga kerja yang diduga non ring PT IKSG yakni Desa Karangasem, Socorejo, dan Temaji.

“10 tenaga kerja non ring harus dikeluarkan hari ini juga,” ujar Korlap aksi, Ahmad Arif (31), kepada suarabanyuurip.com selepas mediasi bersama manajemen PT IKSG dan Forkopimcam Jenu, Rabu (5/12/2018).

Arif menilai manajemen PT IKSG tak komitmen dengan hasil diskusi, bersama Kades dan Karang Taruna Karangasem pada 26 November lalu. Waktu itu dikabarkan rekrutmen dimulai bulan Januari, dan realisasinya belum jatuh tempo sudah ada 10 karyawan baru di luar ring perusahaan.

Berdasarkan data dari PT IKSG, dari 10 karyawan baru ada yang berijazah SMP asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ini jelas tidak fair, karena di tiga desa ring IKSG banyak lulusan SMA/SMK.

Baca Juga :   Komisi A Dorong PT SG Tuntaskan TKD Temandang

“Kami bicara ada data dan bisa dikroscek. Tuntutan kami ada transparansi dalam rekrutmen tenaga kerja,” imbuhnya.

Dikarenakan tidak ada titik temu dalam mediasi, massa berencana akan melakukan aksi kedua di kantor PT Semen Indonesia yang berpusat di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek. Sesuai izin prinsip poin 6, rekrutmen harus mengutamakan warga ring 1.

“Kami akan demo lagi karena pihak IKSG bersikukuh memperjuangkan 10 tenaga non ring itu,” terangnya.

Hadir pula dalam aksi dan terlibat mediasi, Kades Karangasem, Sodikin. Petinggi desa ring PT IKSG akan memperjuangkan masyarakat Karangasem terkait transparansi rekrutmen tenaga kerja IKSG.

Pada tanggal 26 November 2018 di SG ada rapat yang diprioritaskan warga ring 1 bukan lainnya. Ternyata ada data orang Blora, Semanding, dan Kecamatan Palang.

“Jangan main WA kalau memberitahu ada rekrutmen tenaga kerja. IKSG harus buat surat tertulis ke pemdes,” pintanya.

Terpisah, Kasi HRD dan Hukum PT IKSG Tuban, Rahmat Agus Pranoto, mewakili manajemen menjelaskan, sebenarnya kebutuhan yang dibutuhkan perusahaan adalah tenaga skill, sehingga akan membuat operasional mesin lebih cepat.

Baca Juga :   JATAM Beberkan Potensi Korupsi Pertambangan ke Mahasiswa Unigoro

Dalam perekrutannya juga sudah dikomunikasi warga dan perangkat desa setempat. Komunikasi dilakukan oleh PT Swabina, pada tanggal 15 November mendatangi warga untuk menyampaikan kebutuhan tenaga skill tersebut.

“Sudah disampaikan ketiga desa. 10 pekerja yang sudah direkrut ber-KTP Tuban dan berdomisili Tuban,” paparnya.

Perlu diketahui, aksi dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Massa menggunakan tanda pita warna merah, yang ditempelkan di lengan kiri. Aksi digelar di pintu masuk PT IKSG sisi Utara. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *