SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – DPW Partai NasDem Jawa Timur menargetkan perolehan satu kursi di setiap daerah pemilihan (Dapil) dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Baik itu pileg DPR RI, Provinsi, maupun Kabupaten.Â
“Target kita tidak boleh ada dapil yang kosong. Kalau Bojonegoro ini ada lima dapil, maka target kita minimal lima kursi,” kata Ketua DPW Partai NasDem Jatim, Sri Sajekti Sudjunadi ketika menggelar Konsolidasi Pemenang Partai Nasdem di salah satu hotel Jalan Veteran Bojonegoro, Jumat (7/11/2018).
Sedangkan untuk Pileg DPR RI di wilayah Jatim ditargetkan sebanyak 14 sampai 15 kursi.Â
“Target minimal dari DPP tidak bolah ada dapil yang kosong,” tegas Kak Janet panggilan akrab Sri Sajekti Sudjunadi di internal Partai NasDem.
Dijelaskan, untuk merealisasikan target tersebut sejumlah persiapan telah dilakukan NasDem sejak 2015 untuk menyambut Pileg 2019. Yakni penyusunan struktur organisasi, penyiapan saksi dan susunan caleg dari daerah-daerah pemilihan.Â
“Kami optimis setiap dapil akan terisi, baik di DPR RI, provinsi hingga kabupaten. Karena sekarang ini caleg-caleg NasDem memiliki kompetensi cukup tinggi,” tandasnya.
Menurutnya, dengan meningkatnya perolehan jumlah kursi di legislatif akan menjadi kekuatan NasDem melakukan gerakan perubahan dalam perpolitikan Indonesia ke arah lebih baik. Karena Partai yang didirikan Surya Paloh pada 11 November 2011 itu telah memulai gerakan perubahan di internal partai.
Gerakan perubahan internal yang sudah dilakukan, lanjut Janet adalah tidak adanya mahar bagi caleg NasDem. Seperti politik mahar yang lazim digunakan partai politik lainnya.Â
Hasilnya, kata Janet, banyak kader dari partai politik lain yang eksodus ke Partai NasDem. Diantaranya adalah mantan Bupati Bojonegoro, Suyoto yang sebelumnya kader militan PAN, Ida Ria Simamora mantan Anggota DPR RI dari Partai Demokrat, dan Wahyu Setiawan mantan kader PPP. Sekarang ini ketiganya menjadi Caleg DPR RI Partai NasDem dari Dapil IX.
“Politik mahar ini merupakan akar munculnya KKN di negeri ini. Oleh karena itu, tidak kita berlakukan di NasDem. Semua kader maupun caleg kita adalah orang-orang yang memiliki semangat dan kompetensi tinggi untuk berjuang bersama melakukan perubahan,” tuturnya.Â
Ketua DPC NasDem Bojonegoro, Alham M Ubay mengaku optimis dengan politik tanpa mahar yang dilakukan ini akan menjadikan Bojonegoro bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).(suko)