Empat Alasan PT Widya Satria Belum Serahkan Stadion Tuban

Pembangunan stadion tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Ada empat alasan versi kontraktor PT Widya Satria, kenapa target finishing proyek Stadion Tuban Bumi Wali senilai Rp58,3 miliar meleset. Dalam kontrak semestinya proyek selesai pada 4 Desember dan diserahterimakan (st 1) ke Pemkab Tuban, Jawa Timur, pada 5 Desember 2018 kemarin.

“Kontraktor punya empat alasan mengapa stadion butuh tambahan waktu atau adendum,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan pembangunan proyek sport center Tuban di Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tuban, Zainal Maftuhien, kepada suarabanyuurip.com, usai berkeliling stadion di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Senin (10/12/2018).

Zainal menjelaskan, empat alasan tersebut pertama, di dua pekan awal waktu pengerjaan masih ada tanaman jagung. Kedua, ada perbedaan gambar dengan kondisi di lapangan, dan perubahan desain perlu dilakukan.

Ketiga, perbedaan urugan (masih harus diratakan kembali karena sudut elevasi tidak sama). Terakhir perlu waktu untuk ngetes tanah lagi, karena kondisi bawah tanah berbatu dengan sisi Utara kedalaman delapan meter dan Timur empat meter.

Alasan inilah yang menjadi dasar kontraktor minta tambahan waktu atau adendum selama 21 hari mulai tanggal 5 Desember. Hasil rapat dengan beberapa pihak terkait, alasan kedua yang paling masuk akal. Hitungan dengan konsultan, poin dua butuh waktu 16 hari.

“Makanya adendum yang mengacu Perpres Nomor 54 tahun 2010 dengan perubahan nomor 70 tahun 2012, finishing stadion ditambah 16 hari,” imbuh pria ramah ini.

Proyek terbesar sepanjang sejarah kabupaten berjuluk Kota Seribu Goa ini, diharapkan tak molor lagi. Resikonya jika pada 20 Desember tak diserahkan ke Pemkab, maka kontraktor akan dikenai denda 58 juta setiap harinya mulai saat itu.

Baca Juga :   Desa Penghasil Migas Ancam Demo

Hitungan denda ini 1/1000 dari besaran nilai proyek Rp58,3 miliar. Proyek ini juga ditekan untuk selesai tahun ini, adapun perawatannya enam bulan sampai bulan Juni 2019 kemudian diserahterimakan kembali (st 2).

“Kontraktor ajukan adendum pada 19 November lalu karena menutut Perpres harus diajukan 14 hari sebelum kontrak berakhir,” tambahnya.

Publik juga perlu mengetahui perkembangan stadion. Sampai pekan 33 tepatnya 2 Desember, proyek mencapai 85%. Dikabulkannya adendum juga karena pihak kontraktor membuat rencana pekerjaan yang akan diselesaikan dalam 16 hari. Artinya per hari per minggu sudah ada rencana pekerjaan.

Site Manager PT Widya Satria, Bambang Usdek, menambahkan, kendala secara umum tak ada. Hanya karena akhir tahun kebutuhan naker banyak dan tinggi, serta curah hujan juga lumayan. Kendati demikian, hal itu bisa diantipasi.

“Dua hari kemarin kami sudah menambah 50 orang,” sambungnya.

Semula jumlah pekerja stadion sekitar 267 orang. Setelah ditambah 50 orang, totalnya sekarang 317 pekerja. Hari ini juga akan ditambah lagi, karena semua bahan material sudah siap di lokasi.

Konsultan Manajemen Konstruksi PT Tejacipta Rekasarana, Mawan Wahyudi, ST, membenarkan jika gambar awal diterapkan, maka ada lahan warga yang terkena proyek. Oleh karena itu, didesain ulang, dengan menggeser tujuh derajat.

“Desain awal kalau diploting ke lokasi yang ada, maka lahan warga 7 meter akan terkena. Sekitar 16 hari itu waktu untuk pengeplotan,” bebernya.

Perbedaan ini belakangan diketahui, karena waktu dulu perencanaan tanah belum dilakukan pemagaran. Pergeseran tujuh derajat pun lahan yang ada sudah pas. Dimana space dinding dan lintasan lari hanya satu meter.

Pergeseran ini membuat Tribun VVIP di Timur. Begitupula Doom yang rencananya hanya satu kedepan menjadi dua.

Baca Juga :   Pemkab Mulai Hitung Tingkat Kemiskinan di Bojonegoro

Di awal proyek, Kontraktor maupun konsultan optimis. Progres per pekan sekitar 3-4%, dan itu di waktu normal. Kendati demikian sekarang sudah ubnormal, mengebut waktu 16 hari.

Jelang adendum diajukan, Pemkab Tuban telah mengontrol bersama tim TP4D berupa rapat mingguan. Disamping itu juga melakukan komunikasi intens langsung ke Varia Usaha dan pihak penyedia material konstruksi.

Perlu diketahui pula, APBD 2018 menggelontorkan anggaran Rp60 Miliar untuk Stadion. Rinciannya Rp1 Miliar untuk konsultan, setelah dilelangkan muncul angka Rp942.000.000. Kontruksi dijatag Rp59 miliar, dan setelah dilelang muncul nominal Rp58,3 Miliar.

Tahun 2019 mendatang, Disparbudpora mengajukan Rp14 Miliar. Dimana Rp10 Miliar untuk jalan keluar masuk lingkungan stadion, parkir, dan penyelesaian ruang dua dan tiga. Sedangkan Rp1 Miliar untuk PJU lahan 11,2 Hektar, dan Rp3 Miliar untuk pagar dan drainase.

Pada Kamis 22 November lalu, telah dilakukan sidang Andalalin di Dirjen Perhubungan Pusat. Hasilnya rekom disetujui dengan catatan penambahan rambu. Stadion Tuban Andalalinnya dikategorikan C (lancar) kalau ada kegiatan kategorinya D (lancar dan tapi agak lambat). Usulan kemarin jika JLS jadi, di depan stadion akan lancar.

Data dari berbagai sumber, beberapa rekanan yang terlibat pembangunan Spot Center Tuban. Untuk rekanan gambar PT Handal Nasa Kedaton Surabaya (Kerjasamanya dengan Dinas Pendidikan Tuban). Review desain oleh CV Contoh Karya Mandiri (hasilnya 3D). Ini desain masih digeser 7 derajat.

Terakhir PT Tejacipta Rekasarana Surabaya (Konsultan Manajemen Konstruksi (MK)). Adapun beberapa rekanan konstruksi stadion belum terdeteksi, yang terakhir adalah PT Widya Satria. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *