Investasi di Tuban 2018 Baru Terlapor Rp4,1 Triliun

Investasi Tuban

SuaraBanyuurip.com - Hidayatul Khoiriyah

Tuban – Total investasi hingga bulan Juni 2018 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mencapai Rp4.155.780.750.000. Dengan rincian Penanaman Modal Asing (PMA) Rp115.404.750.000, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp4.040.376.000.000. Jumlah tersebut belum memenuhi target yang dipasang sebesar Rp9.000.000.000.000.

“Baru semester 1, 2018 yang terlaporkan,” ujar Kepala Seksi Pengendalian Penanaman Modal Bidang Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Tuban, Khoirul, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (1/1/2019).

Belum seluruhnya investasi terlapor, karena laporan kegiatan Penanaman Modal mulai bulan Juli hingga Desember 2018 belum bisa di akses. Sekaligus berada di bawah Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekoniomian.

“Kami masih menunggu serah terima Online Single Submission (OSS) dari Kemenko Ekonomi ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” imbuh pria ramah ini.

Selepas itu BKPM akan melakukan press rilis secara nasional, terkait laporan Bulan Juli hingga Desember 2018. Jadi kalau Pemkab Tuban mendapatkan data bulan Juli sampai Desember, kemungkinan target tercapai.

Baca Juga :   Pagar Nusa Siap Menangkan Setyo Wahono-Nurul Azizah di Pilkada Bojonegoro

Instansi yang berkantor di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Tuban ini, telah melakukan beberapa program untuk meningkatkan promosi dan jumlah investasi di 2019.

Program tersebut berupa pelaksanaan pengendalian dan pengawasan penanaman modal, dengan mengunjungi perusahaan secara langsung yang berinvestasi di Tuban, serta mengikuti pameran investasi tingkat nasional dan regional.

Pada tahun 2017, nilai investasi di Bumi Wali naik drastis. Hal ini didukung oleh masuknya investasi dari perusahaan Rosneft Oil Company asal Rusia, yang bekerjasama dengan Pertamina untuk membangun Kilang Minyak dengan nilai investasi sebesar Rp211.950.000.280.000.

“Di banding tahun sebelumnya, nilai investasi di 2017 sangat besar,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Tenaga Kerja Tuban, Tajudin Tebyo, melalui salinan dokumen LKPJ Bupati Tuban 2017.

Berbeda dengan kondisi di tahun 2016, jumlah investasi PMDN dan PMA menurun. Di karenakan terjadi perlambatan ekonomi global, bahkan di beberapa negara mengalami krisis moneter. Otomatis kondisi ini, juga berdampak pada perekonomian Indonesia dan berpengaruh pada jumlah yang masuk ke daerah.

Baca Juga :   Ingin Perjuangkan Masyarakat Beged

Sedangkan keseluruhan jumlah investor yang masuk di 2017 mencapai 34 baik PMA maupun PMDN. Jumlah itu sebenarnya sudah melampaui target dari 30 investor. Begitupula dengan capaian nilai investasi skala nasional Rp231.854.761.000.000, dari target sebesar Rp9.183.000.000.

Kinerja penanaman modal sebenarnya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi domestik dan eksternal. Perekonomian Indonesia keseluruhan periode 2010-2014 tumbuh cukup tinggi, namun dengan kecenderungan melambat sejak triwulan II/2013. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja penanaman modal di kabupaten dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa. (hida)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *