PT BBS Hanya Sumbang Rp120 Juta dari Industri Migas

Kepala Bapenda Herry Sujarwo

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) di tahun 2018 hanya menyumbangkan bagian dari keuntungan perusahaan atau deviden sebesar Rp120 juta.

“Iya, BBS hanya menyumbang Rp120 juta saja tahun 2018,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Herry Sudjarwo, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (9/1/2019).

Pendapatan deviden dari PT BBS nilainya menurun dari target yang dipasang di APBD Induk 2018 sebesar Rp250 juta. Namun, hal ini tidak dapat dipaksakan karena menyesuaikan kondisi keuangan perusahaan.

“Ya mau gimana lagi, kita harus terima berapapun yang disetorkan BUMD,” kata Hery.

Hanya saja, menurunnya pendapatan BUMD di Bojonegoro ini dikarenakan rencana bisnis tidak berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, pihaknya berharap PT BBS bisa menjalankan bisnis sepanjang tahun 2019 dengan baik agar pendapatan bisa meningkat.

“Itu sudah jelas, kalau sebuah perusahaan labanya sedikit pasti karena rencana bisnisnya tidak berjalan baik,” kata pria berkacamata minus.

Baca Juga :   Eksplorasi Blok Nona Dihentikan

Sementara itu, target pendapatan dari deviden PT BBS tahun 2019 adalah sebesar Rp176 juta. Hanya naik sebesar Rp26 juta dari realisasi pendapatan tahun 2018.

Target ini berbeda dengan paparan PT BBS sebelumnya yang menyatakan akan menyumbangkan pendapatan daerah sebesar Rp2 miliar dari sewa hotel dan restaurant di the Resident oleh Pertamina EP Cepu, bahkan lebih.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, menyatakan, realisasi deviden yang disetorkan ke Bapenda sudah sesuai dengan APBD Perubahan tahun 2018.

“Bukan turun, tapi menyesuaikan. Dan nilai Rp120 juta itu telah disepakati di APBD Perubahan 2018,” ungkapnya.

Pendapatan tersebut, kata mantan Wartawan senior ini adalah bukan hanya dari pengelolaan sumur tua saja, tetapi dari bisnis lainnya. Hanya saja, saat ditanya bisnis apa saja, Tonny mengaku tidak hafal.

“Banyak, yang jelas tidak hanya dari sumur tua saja,” tegas warga Kelurahan Sumbang ini.

Sementara tahun 2019, statemen berbeda dengan Bapenda yang menyebutkan target deviden PT BBS sebesar Rp176 juta. Tonny menyebut, target yang dipasang adalah sebesar Rp250 juta.

Baca Juga :   Kontraktor EPC 2 Pasrah pada BUMD

“Kalau tahun ini, target kita Rp250 juta,” lanjutnya.

Saat disinggung muara pendapatan tersebut, lagi-lagi Tonny enggan menyebutkan satu persatu.(rien) 


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *