Pencapaian Kerja Aman, RJJ Terima Penghargaan dari PEPC

Serahkan sertifikat 1 juta Jam kerja selamat JTB

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Pencapaian kerja tanpa kecelakaan atau aman yang ditunjukkan oleh RJJ hingga mendapatkan penghargaan dari operator Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), diharapkan tak cukup berhenti sampai sekarang saja.

Tapi keselamatan kerja tersebut perlu terus ditingkatkan dalam melaksanakan pekerjaan di proyek Gas Processing Facility (GPF) JTB yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

“Karena project ini akan berlangsung terus hingga dua tahun lebih kedepan,” kata Senior Project Manager Pertamina EP Cepu, Firman Arif, saat memberikan sambutan diacara tasyakuran 1 juta jam kerja selamat proyek GPF JTB, Minggu (13/1/2019).

Penghargaan ini pertama kali diberikan PEPC kepada konsorsium PT Rekayasa Industri-Japan Gas Corporation (JGC) dan Japan Gas Corporation Indonesia (JGCI) atau RJJ yang telah berhasil bekerja di proyek GPF terhitung mulai sejak 23 Oktober 2017.

“Pencapaian ini tidak lepas kontribusi dari perusahaan RJJ dan seluruh pekerja beserta sub kontraktor dalam menerapkan budaya kerja aman,” lanjutnya.

Baca Juga :   Tenaga Sweeper Sukowati Terancam Menganggur

Pihaknya berharap, penghargaan yang didapat ini tak lantas berpuas diri. Justru dapat dijadikan motivasi atau dorongan untuk lebih ditingkatkan bagi pihak-pihak yang bekerja. Sehingga berhasil menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 dengan nihil kecelakaan kerja.

Pencapaian ini juga merupakan kontribusi dari masyarakat dan lingkungan sekitar. Meski demikian, didalam Health Safety Security Environment (HSSE) masih butuh perbaikan. Mengingat pentingnya membangun safety leadership dan ownership yang lebih kuat dari pucuk pimpinan sampai dengan pekerja fronliners yang langsung bekerja diujung tombak.

“Kami juga berharap, tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tetap mawas dan komitmen terhadap kinerja hingga akhir proyek,” ucapnya.

Sementara, Kadiv Penunjang Operasi SKK Migas, Agus Advantoro, mengatakan, sekarang ini pekerjaan di proyek GPF JTB masih termasuk pemula atau dalam kategori pekerjaan ringan. Namun kedepan, ada pekerjaan dengan kategori high risk atau resiko tinggi yang akan dihadapi.

“Sehingga, jangan sampai terlena dan terus mempertahankan kinerja didalam managemen safety sampai nanti tahun 2021 memasuki on stream,” pungkasnya.(rien)

Baca Juga :   Rekind Santuni Anak Yatim dan Bukber di Area GPF J-TB

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *