Mahasiswa UNDIP Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun

Mahasiswa Undip Jateng

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Tidak selamanya limbah dapur dan limbah rumah tanga menjadi sampah dan terbuang sia-sia. Ditangan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, menjadi barang bernilai ekonomis.

Itu diketahui saat dilaksakannya sosialisasi dan pelatihan pemberdayaan masyarakat melalui Tim Penggerak PKK Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Blora yang dilaksanakan di balai desa setempat belum lama ini oleh Tim KKN Tematik Undip.

Mulai dari pelatihan pembuatan Hand Sanitizer dari pelepah pisang, pembuatan sabun dari minyak jelantah dan pembuatan pestisida dari bumbu-bumbu dapur.

Koordinator Tim KKN Desa Tutup, Agum mengaku, selain kepada Tim Penggerak PKK, pihaknya juga melakukan pelatihan dan pemberdayaan kelompok tani. Yaitu dengan pembuatan pupuk kompos, pakan ternak dengan metode fermentasi anaerob. Serta pembuatan pupuk cair dari sisa air cucian beras.

“Partisipasi masyarakat sangat tinggi. Terlihat dari ramainya ibu-ibu yang hadir dan aktif  bertanya. Serta antusias untuk mencoba produk-produk yang dihasilkan,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima suarabanyuurip.com, Minggu (27/1/2019).

Baca Juga :   Menang Pileg Demokrat Bakal Pimpin DPRD Blora

Dia bersama Tim KKN Tematik UNDIP Desa Tutup berharap, dengan pelatihan ini dapat meningkatnya produktivitas dan meringankan beban perekonomian masyarakat.

“Tujuan diterjunkannya Tim KKN Tematik Undip ini adalah untuk mengembangkan potensi desa,” jelasanya.

Dengan pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan, diharapkab dapat menambah wawasan dan motivasi untuk mengembangkan suatu usaha.

Menurut dia, kelompok tani Desa Tutup juga senang saat mengetahui sisa-sisa rumput dan jerami dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sebab, selama ini jerami hanya terbuang sia-sia.

Masyarakat baru mengetahui jika fermentasi jerami dan sisa-sisa rumput dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang memiliki banyak kelebihan. Mulai dari meningkatkan nilai gizi dan daya cerna pakan. Mengurangi limbah organik dan dapat mengurangi pengeluaran ekonomi yang ada.

Ketua PKK Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan,  Dewi, mengaku, antusias warga sangat tinggi. Apalagi para ibu diberikan berbagai resep. Selain itu diajari cara pembuatan hand sanitizer dari pelepah pisang, pembuatan sabun dari minyak jelantah, dan pembuatan pestisida dari bumbu dapur.

“Ini adalah ilmu baru bagi kita. Semoga kedpan bisa kami manfaatkan untuk membuat usaha baru bagi masyarakat kami,”ucapnya.(ams)

Baca Juga :   Bupati Anna : Aparatur Desa Tak Perlu Takut Kelola Keudes

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *