91,39% Karyawan Kilang TPPI Asli Tuban

91

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Manajemen Kilang PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, merilis komposisi karyawannya. Tercatat 91,39% merupakan warga pribumi asli Bumi Wali-sebutan lain Tuban.

“Data tersebut valid dan tiap bulan masuk laporan ke Pemkab Tuban,” ujar CSR & PR Section Head PT TPPI, Taheran Sidik Prabowo, ST. MM, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (29/1/2019).

Dibebernya data valid tersebut, untuk mengedukasi ke masyarakat perihal sensitifnya isu tenaga kerja. Kilang TPPI yang dikuasai Pertamina, selalu mengutamakan warga lokal untuk ikut serta berkontribusi di perusahaan.

Apabila komposisi karyawan lebih banyak dari luar Tuban, pasti DPRD dan Pemkab yang terdepan menegur TPPI. Oleh karena itu, diharapkan publik tidak termakan isu yang tidak berdasarkan data.

“Kami selalu respon cepat jika ada keluhan warga ring 1 Desa Remen, Tasikharjo, dan Purworejo meski malam hari,” imbuh pria ramah ini.

Adapun komposisi karyawan di TPPI dari desa ring-1 total 255 orang atau 36,02%, dengan rincian pegawai tetap 68 orang, pegawai outsorce 187 orang. Dari Tuban totalnya 392 orang atau 54,37%, rinciannya prgawai tetap 309 orang dan pegawai outsorce 83 orang.

Baca Juga :   KSO PP - Elnusa Garap Proyek Pipa Transmisi Gas Cisem Rp1,17 Triliun

Sementara dari luar Tuban keseluruhan hanya 61 orang, dengan rincian pegawai tetap 55 orang dan pegawai outsorce enam orang.

“Keseluruhan yang mengoperasikan Kilang TPPI ada 708 orang,” tegasnya.

Perlu diketahui, di bulan Desember 2018 lalu PT Pertamina (Persero) bersama TPPI melakukan ekspor produk petrokimia Paraxylene sebanyak 10.000 Metrik Ton (MT) ke Tiongkok guna memenuhi permintaan pasar di kawasan Asia Pasifik. Ekspor perdana produk Paraxylene Pertamina dan TPPI dilakukan seiring dengan tingkat produksi kilang TPPI yang kini telah mencapai 67 ton/jam.

General Manager PT TPPI Tuban Sugeng Firmanto berharap perusahannya bisa secara kontinyu menghasilkan Paraxylene sebanyak 70 ton Paraxylene tiap jam, sehingga selama sebulan sudah bisa memproduksi Paraxylene sebanyak 50 ribu metrik ton. Produksi tersebut disalurkan ke domestik maupun luar negeri. 

“Produksi Paraxylene TPPI ini sudah melampaui kebutuhan di pasar domestik, sehingga kelebihan produksi dapat diekspor ke luar negeri,” pungkas pria yang hobi semua jenis olahraga. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Camat Gayam Imbau Kontraktor dan Pekerja Migas Terapkan Protokol Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *