Datangkan Letto, Sosialisasi KPU Dinilai Tak Tepat Sasaran

Datangkan Letto

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Sosialisasi pemilu 2019 yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro, Jawa Timur, dengan mendatangkan group band Letto, Jumat (22/3/2019) lalu, dinilai tidak tepat sasaran dan menghamburkan anggaran.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Angling Dharma, M Nasir, menilai sosialisasi tersebut tidak mampu menyentuh masyarakat lapisan bawah, khususnya masyarakat pedesaan. Padahal, anggaran yang dikeluarkan KPU untuk mendatangkan Band Letto lebih dari Rp80 juta.

“Apa ya orang-orang desa di seluruh Kabupaten Bojonegoro datang ke konser itu? Coba, dilihat kemarin yang hadir siapa saja. Apa sudah sesuai sasaran?” ujar Nasir kepada suarabanyuurip.com, Senin (25/3/2019). 

Pria 50 tahun ini menyarankan, agar KPU lebih mengefektifkan anggaran sosialisasi pemilihan presiden  (Presiden) dan legislatif. Yakni dari satu desa ke desa lain antar Kecamatan. Bukan dengan mengundang artis yang justru menghambur-hamburkan anggaran.

“Saya lihat sosialisasi kemarin sia-sia alias muspro. Cuma habiskan anggaran. Lebih banyak hiburannya ketimbang sosialisasinya,” sindir Nasir.

Menanggapi hal itu, Divisi SDM dan Parmas KPU Bojonegoro, Mustofirin, justru mempertanyakan tudingan LSM Angling Dharma.

Baca Juga :   Debat Cawabup Bojonegoro Ricuh, HMI : Bisa Picu Perpecahan

“Mana yang dinilai kurang tepat sasaran?” sergahnya dikonfirmasi terpisah.

Menurutnya, sosialisasi dengan mendatangkan Band Letto kemarin mampu menyedot sekitar 3.000 orang dalam satu tempat.

“Kemudian kami bersosialisasi tentang pemilu, kira-kira yang salah di mana,” tanya Firin, sapaan akrabnya.

Sosialisasi yang dikemas dalam bentuk konser musik itu, lanjut dia, merupakan cara KPU membangun pemilu yang menyenangkan, dan optimisme. 

“Jadi tidak ada kesan bahwa pemilu ini pemilu yang menakutkan,” tandasnya. 

Pihaknya ingin mengajak masyarakat menikmati proses pergantian atau proses pemilu ini dengan riang gembira dari konsep yang dibangun. Penggunaan anggaran juga seefektif mungkin dengan hasil semaksimal mungkin.

“Itu prinsip yang kami pedomani. Kami harus bener-bener jeli setiap rupiah dikeluarkan, karena iniakan dipertanggungjawabkan. Sehingga kami harus bener-bener melihat impact dampak dari apa yang kami lakukan,” tandasnya.(rien)

Dari data yang didapat, anggaran KPU dalam melaksanakan sosialisasi skala besar selama ini diantaranya Pentas Seni Kreasi Pemilih Pemula sebesar Rp52. 400.000, Konser Pemilu 2019 dengan tema Pemilih Berdaulat Negara Kuat sebesar Rp83.700.000, dan 
Pemilu Run sebesar Rp122.700.

Baca Juga :   SH Terate dan SH Winongo Bojonegoro Ajak Masyarakat Jaga Bojonegoro Aman Damai

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *