SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, Jawa Tengah, PT Blora Patra Energi (BPE) dituntut mampu mengembangkan bisnisnya. Industri hulu dan hilir Migas berpotensi menjadi sektor usaha yang bisa dikelola oleh perusahaan plat merah tersebut.Â
Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Blora, Djati Walujastono meminta direksi PT BPE memikirkan pengembangan usaha lain selain pengelolaan tambang sumur minyak tua yang bekerja sama dengan kelompok penambang.Â
“Seperti kegiatan usaha hulu migas yaitu eksplorasi dan ekspoitasi. Ini potensi yang bisa garap PT BPE,†kata dia, Jumat (3/5/2019).
Oleh karena itu PT BPE diharapkan menyiapkan sumber daya manusia (SDM). Seperti tenaga ahli eksplorasi sebagai jasa konsultan yang bisa memperolah informasi mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan migas di wilayah kerja atau lapangan yang ditentukan.
Selain itu juga harus memiliki tenaga ahli eksploitasi sebagai jasa konsultan dalam rangkaian kegiatan yang bertujuan menghasilkan migas dari wilayah kerja yang ditentukan.
“Dengan tenaga ahli yang dimiliki PT BPE bisa melakukan pengeboran dan penyelesaian permasalahan sumur, pembangunan sarana pengangkutan, penyimpanan dan lain-lain,†tuturnya.
Usaha hilir migas juga menjadi peluang bisnis yang dapat dikerjakan PT BPE. Diantaranya pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan niaga. Terlebih kegiatan penyediaan jasa penunjang dan jasa pelayanan bidang migas. Â
Untuk itu, PT BPE nantinya diharapkan juga mempunyai tim ahli pengolahan, yaitu kegiatan memurnikan, memperoleh bagian-bagian, mempertinggi mutu dan mempertinggi nilai tambah migas.Â
“Begitu juga dengan tim ahli dalam pengangkutan, penyimpanan dan niaga migas. Ini penting untuk mengembangkan bisnis PT BPE,†tegasnya.Â
Pengusahaan dan pengolahan sumber daya energi dan mineral, menurut Djati, belum digarap sama sekali. Diantaranya batu gamping, pasir bangunan, pasir, tanah urug, gypsum, batu lempung, phospat, marmer onix, bentonit dan ball clay.Â
“Sumber daya alam itu banyak sekali di Kabupaten Blora,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama PT BPE, Christian Prasetya masih enggan berkomentar terkait sektor usaha lain selain sektor migas.
“Setelah RUPS ya, Mas. Masih proses tanda tangan. Semoga Mei ini sudah tanda tangan,†ujarnya singkat.Â
Bisnis usaha yang dilakukan PT BPE selama ini bekerja sama dengan kelompok penambang mengelola sumur minyak tua di lapangan Ledok Kecamatan Sambong dan Lapangan Semanggi Kecamatan Jiken.(ams)