SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Pengiriman minyak mentah oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) ke Pertamina meningkat signifikan hingga April 2026. Ini terhitung per Januari 2026, pascaperjanjian kerja sama dengan Pertamina EP pada 2025 silam.
Manager Operasi PT BBS, Muhammad Ali Imron menuturkan, bahwa kerja sama dengan Pertamina EP merupakan tindak lanjut dari Kepmen ESDM Nomor 58.K/MG.04/DJM/2025 tertanggal 8 Juni 2025. Regulasi ini memberikan dasar legalitas bagi BUMD dan KUD dalam mengelola sumur tua.
Perjanjian itu mencakup pengelolaan 437 sumur minyak tua di lima lapangan. Yakni, Wonocolo, Dandangilo, Ngrayong, Ngudal, dan Wonosari yang berada di wilayah kerja Pertamina EP.
Seiring implementasi regulasi tersebut, pengiriman minyak BBS menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data per 27 April 2026, pada Januari tercatat 8 armada dengan volume 35.438 liter. Februari meningkat menjadi 17 armada dengan 74.095,84 liter.
Pada Maret, pengiriman mencapai 30 armada dengan total 133.858,61 liter. Sementara pada April 2026 melonjak menjadi 65 armada dengan volume 289.154,16 liter minyak mentah.
Sebelumnya, Direktur 4 Pertamina EP, Muhammad Arifin menyampaikan, bahwa kerja sama pengelolaan sumur tua ini diusung dengan semangat kolaborasi untuk mendukung pencapaian Asta Cita berupa swasembada energi.
“Dengan adanya perjanjian tadi, maka operasional sumur tua yang dikelola oleh BUMD dan KUD mempunyai dasar legalitas sehingga diharapkan dapat mendukung pencapaian produksi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama itu juga diharapkan mampu memperbaiki tata kelola operasional, baik dari sisi implementasi teknologi, aspek keselamatan kerja, maupun pengurangan dampak lingkungan.(fin)
Pengiriman Minyak BBS ke Pertamina Naik Signifikan per April 2026





