SuaraBanyuurip.com – Pertamina Marketing Region (MOR) V menjamin stok LPG di wilayah Jawa Timur, aman selama ramadhan hingga lebaran Idul Fitri 1440 H. Pasokan LPG ditambah 7%-9% untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.Â
Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji menjelaskan kondisi normal rata-rata konsumsi untuk LPG di Jawa Timur sebesar 97.000 Metric Ton (MT) per bulan untuk LPG 3 KG. Sedangkan untuk LPG Non-Subsidi sebesar 6.350 MT per bulan.
Dia memprediksi konsumsi LPG akan mengalami kenaikan 7% – 9% pada Mei dan Juni 2019, dengan estimasi angka mencapai 105.300 MT untuk LPG Subsidi dan 6.800 MT untuk LPG Non-Subsidi.
“Masyarakat tidak perlu khawatir kita sudah menambah stok untuk wilayah Jatim,” tegasnya dilansir dari laman resmi Pertamina.
Selain menambah pasokan, Pertamina MOR V juga telah mempersiapkan strategi penyaluran yang optimal guna memenuhi kebutuhan energi ke masyarakat. Yakni membentuk tim Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) khusus LPG yang akan bertugas mulai H-30 hingga H+15 Idul Fitri.
Tim Satgas tersebut berperan khusus memantau dan mengkordinasikan penyaluran LPG mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi hingga pemantauan kondisi di lapangan, sehingga ketersediaan LPG di masyarakat dapat terus terpenuhi.
Pertamina telah mengoptimalkan stok di enam Depot dan Kilang LPG yang ada di Jatim, yang memiliki kapasitas total 119.000 MT, termasuk yang terbesar di Floating-Storage-Offloading (FSO) Kalbut, Situbondo, yang berkapasitas 2 x 44.000 MT.
“Kami juga menjaga kehandalan sarana fasilitas di SP(P)BE dan sarana Mobil Tangki LPG atau Skid Tank,” tandasnya.
Pertamina juga berkoordinasi dengan lembaga penyalur LPG, untuk mengaktifkan Agen dan Pangkalan Siaga, yang tetap akan buka dan melayani kebutuhan LPG di hari libur.
Di Jawa Timur, jumlah Agen Siaga mencapai 352 untuk LPG 3 kg dan 64 agen untuk LPG Non-subsidi. Sedangkan Pangkalan Siaga LPG 3 kg mencapai 3.800, termasuk SPBU yang menyediakan LPG 3 kg.
Terkait kestabilan harga, Pertamina telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Satgas Pangan, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, dan TPID di Jawa Timur.
Untuk kelancaran proses distribusi, Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPH Migas, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan juga mitra Pertamina seperti Hiswana Migas.
“Masyarakat kita harapkan juga berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan pelayanan Pertamina dan melaporkan apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi produk, ” pesannya.(red)