Minta Pembangunan Tandon Air Proyek JTB Disosialisasikan

Kades Sedahkidul Moch Choirul Huda

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menegaskan, bahwa lokasi tandon air untuk persiapan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang digunakan untuk kebutuhan proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) ada di wilayahnya.

“Lokasinya bukan di Desa Punggur, tapi di Desa Sedahkidul,” kata Kepala Desa Sedahkidul, Moch Choirul Huda, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (17/5/2019).

Pemasangan pipa air telah di sosialisasikan pada lima desa yang dilewati diantaranya, Desa Sedahkidul, Desa Punggur, Desa Tlatah, Desa Ngrejeng, dan Desa Pelem. Hanya saja, untuk pembangunan tandon yang belum ada sosialisasi dari PDAM.

“Tandon dimana rencananya, dan tanpa tandon apakah maksimal penyaluran airnya sampai lokasi JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem,” tegasnya.

Tentunya, sebelum menentukan lokasi tandon harus sosialisasi atau melakukan pemberitahuan ke warga sekitar dan desa. Apakah berdampak nantinya dengan warga sekitar.

Pihaknya berharap, PDAM melakukan sosialisasi sebelum ditentukan lokasi pembangunan tandon air. Jangan sampai lokasi sudah di tentukan dan di bebaskan nantinya ada dampak ke warga sekitar tandon.

Baca Juga :   Tertibkan APK Melanggar di Jalur Pipa Blok Cepu

“Sebelum menentukan lokasinya sosialiasi dulu dengan warga sekitar,” sarannya.

Di konfirmasi terpisah, Staf Perencanaan dan Pembangunan PDAM Bojonegoro, Fahrudin, meralat pernyataan sebelumnya. Jika keberadaan Tandon air ada di Desa Sedahkidul, bukan di Desa Punggur.

“Iya, betul, di Desa Sedahkidul untuk tandonnya,” katanya.

Menurutnya, sekarang ini PDAM belum melakukan sosialisasi keberadaan Tandon Air karena masih dalam tahap pembebasan lahan. Lokasi lahan berada di perbatasan antara Desa Sedahkidul dengan Desa Punggur.

“Karena dana pembebasan lahan ini dari APBN, jadi kita masih nunggu dananya turun baru dikerjakan pembangunannya. Oleh karena itu, belum kami sosialisasikan,” ucapnya.

Tandon itu, kata Udin, sapaan akrabnya digunakan untuk menyimpan air sebelum disalurkan ke Desa Bandungrejo, sementara di Desa Punggur sebagai titik koneksi penyaluran airnya.

Sebelum tandon itu jadi, pihaknya akan memasang semacam pompa sebagai booster terlebih dahulu. Sehingga aliran air ke lokasi proyek Gas Processing Facility (GPF) bisa lancar.

“Pemasangan pipa sudah dilaksanakan di empat desa, tinggal Desa Pelem saja,” pungkasnya.(rien)

Baca Juga :   Pansus Sebut Raperda KTR Bukan Melarang Orang Merokok

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *