SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kota Bojonegoro, Jawa Timur. Sidak dilakukan guna mengantisipasi lonjakan harga sembilan bahan pokok (sembako) jelang Hari Raya Idul Fitri 1450 hijriah.
“Kami ingin mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok jelang lebaran, dengan mengunjungi langsung pasar,” ungkap Kapolres AKBP Ary Fadli, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (21/5/2019).
Memasuki bulan Ramadhan dan menjelang lebaran, sebagaimana pada tahun – tahun sebelumnya terdapat beberapa lonjakan harga dengan kenaikan harga diatas 100%. Untuk mengantisipasi hal tersebut Pemerintah telah memerintahkan secara langsung untuk mencegah lonjakan harga bahan pokok dengan membentuk tim satgas pangan yang terdiri dari TNI, Polri serta Kementerian Perdagangan dan Polri.
“Kami, sebagai tim penegakan hukum jika di dapati adanya permainan harga di pasar karena ulah para tengkulak yang kerap memainkan harga jelang hari – hari besar keagaman seperti lebaran saat ini,” tegasnya.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk saling mengontrol dengan memberikan informasi dan laporan langsung kepada Polisi jika mendapati adanya permainan harga di pasar.
Salah satu pedagang, Purwanti (45), mengungkapkan, jika harga sembako mengalami kenaikan meski belum signifikan. Meskipun, harga komoditi bawang putih sempat melambung tinggi hingga tembus Rp70.000 per kilogram, sekarang turun menjadi Rp50.000 per kilogram.
“Sebenarnya itu masih mahal, karena normalnya Rp25.000 perkilogram,” tukasnya.
Sedangkan beberapa bahan kebutuhan dapur yang mengalami kenaikan harga agak tinggi yakni kacang tanah yang harganya perkilogram Rp22 ribu. Selain itu, kemiri juga mengalami kenaikan dari harga sebelumnya Rp35 ribu menjadi Rp42 ribu sampai Rp44 ribu perkilogram.
Harga tomat juga naik dari harga sebelumnya Rp7 ribu perkilogram, menjadi Rp10 ribu perkilogram. Harga telur dari Rp22 ribu menjadi Rp24 ribu perkilogram. Sedangkan untuk harga cabai masih stabil. Cabai Rawit, Rp15 ribu perkilogram. Cabai merah (Kompong) Rp35 ribu dan Cabai kriting Rp20 ribu perkilogram.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bojonegoro, Agus Hariana, mengatakan, penekanan terhadap kenaikan harga bawang putih masih menjadi konsen pemerintah daerah. Standar harga di pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp 15 ribu per kilogram, sedangkan kenaikan yang terjadi saat ini mencapai Rp 50 ribu per kilogram.
“Karena pasokan minim,†ungkapnya.
Selain bawang putih, selama Ramadan, Pemkab Bojonegoro juga menjaga stabilitas harga Rp35.000 dapur lainnya. Seperti harga telur, tepung, gula, beras dan harga minyak. Harga telur juga mengalami peningkatan karena kebutuhan masyarakat meningkat selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pada momen Ramadan dan Lebaran kebutuhan telur ini cukup banyak. Harga telur pada minggu pertama bulan puasa sudah naik menjadi Rp 23 ribu per kilogram, biasanya Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu,†jelasnya.
Sedangkan harga kebutuhan dapur yang masih stabil diantaranya adalah bawang merah. Meski kebutuhan bawang merah ini meningkat, namun stok barang bisa dipenuhi dari produksi petani lokal sendiri. Kenaikan harga mulai terlihat sejak minggu pertama puasa. Namun, saat ini sebagian besar harga kebutuhan dapur masih normal.
“Imbauan kami kepada masyarakat untuk belanja bijak sesuai kebutuhan. Tahun ini operasi pasar masih akan dibicarakan lagi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, karena harga beras, gula, dan minyak masih normal. Sedangkan operasi pasar sendiri lebih fokus pada harga beras, gula dan minyak,†pungkasnya.(rien)