SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Lambatnya perkembangan jaringan gas (Jargas) di ring satu Blok Gundih di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditanggapi Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Anak perusahaan plat merah itu menyatakan perkembangan tersebut tergantung Pemkab setempat dan Perusahaan Gas Negara (PGN).
“Karena kedua belah pihak ini yang menjadi penangung jawabnya,” kata Asisten Manager Produksi Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Ardi kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (25/5/2019).
Penegasan ini menanggapi pernyataan pemkab Blora yang menginginkan agar pemerintah pusat segera turun tangan mengatasi leletnya perkembangan jargas di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, pascadiresmikannya tahun 2016 lalu.Â
Perkembangan jargas Blora kalah dari semarang. Padahal gas yang dialirkan juga sama berasal dari Central Processing Plant (CPP) Gundih, di Desa Sumber yang dikelola Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
Sampai saat ini jargas Blora baru ada 675 sambungan rumah (SR) dari target 790 di Desa Sumber. Sementara, di Semarang sudah 1.300.Â
Ardi menilai lambatnya perkembangan jarga Blora, karena kurang cepatnya kinerja Pemkab Blora dan PGN. Sebab, ketersediaan gas Pertamina saat ini sudah mencapai 70Â Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD).Â
Kersediaan gas tersebut sangat cukup untuk memenuhi gas Indonesia Power di Semarang, serta kebutuhan gas rumah tangga baik di Semarang maupun Blora.
“Untuk memenuhi kebutuhan 4.000 SR, hanya dibutuhkan 0,5 MMSCFD,” ucapnya.
Menurut Ardi, Pemkab Blora sebagai pemilik wilayah, dan PGN sebagai penangung jawab atas fasilitas jaringan gasnya.
“Sedangkan kita hanya sebagai penyuplai gas. Sekarang gasnya sudah ada tinggal fasilitas penyalurnya,” tandasnya.
Selama ini tidak ada masalah pada tekanan gas yang dialirkan ke rumah tangga di Blora maupun Semarang, karena sama.
“Bukan karena tekanan gas yang jadi penghambat. Tapi lebih pada infrstruknya yang belum siap,” ujarnya.
Pertamina sekarang ini menunggu kesiapan PGN sebagai pemilik fasilitas jargas. Perkembangn jargas di Semarang dan Blora tergantung kecepatan pemerintah setempat dan PGN.
“Menurut kami lebih baik dilakukan modal kerjasama lagi,” sarannya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekda Blora, Komang Gede Irawadi mengatakan, Bupati Blora sudah melaporkan 4.000 SR jargas ini ke SKK Migas.Â
”Ya mudah-mudahan bisa terlaksana,” ujarnya singkat. (ams)