SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Operator Blok Alas Dara Kemuning, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC-ADK) melaksanakan rapat pemeriksaan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) kegiatan operasi pengembangan gas lapangan Kemuning di wilayah Alas Dara dan Kemuning di Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tepatnya dilaksanakan pada tanggal (20/2/2019) di salah satu Hotel di pusat Kabupaten Blora.
Pemeriksaan dan kajian UKL – UPL itu untuk rencana pemasangan pipa gas bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Blora.
“Itu hanya untuk pipanisasi lokasi dalam,” ujar Kepala BLH Blora, Dewi Tedjowati, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (30/5/2019).
Sementara, pipanisasi hingga keluar area lapangan, lanjut Dewi, akan ada pihak lain. Namun, dirinya belum menjelaskan pihak mana nanti yang akan melakukan pipanisasi.
Untuk diketahui, PEPC ADK berencana melakukan rencana pengembangan gas lapangan kemuning. Menurut rencana dari lembaran pengumuman izin Lingkungan yang ditandatangani Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, Dewi Tedjowati, tertanggal 15 Februari 2019, gas Sumur Eksisting NGU-1X dioperasikan pada bulan Juli 2019 sampai 2025.
Pada tahun 2025, umpan dari NGU-2 dialirkan bersama umpan NGU-1X. Dengan Kapasitas gas total sebesar 3,5 MMSCFD. Laju umpan masing-masing sumur sebesar 1,75 MMSCFD. Sementara, produksi Liquid (Condensate dan Produced Water) maksimum sebesar 182 barel per hari.
Di beritakan akhir bulan April lalu, Kepala Bagian Humas SKK Migas, Jabanusa, Doni Ariyanto, menyampaikan, bahwa gas dari Blok ADK akan dibeli oleh pihak Pertagas. Informasinya Pertagas menawar US$5,5 per MMBTU. Akan tetapi itu dianggap masih kurang ekonomis.
“Masih dilakukan negosiasi, mintanya sih US$6 lebih sekian. Coba nanti kalau ada update infonya,” kata dia, Senin (22/4/2019).
Saat ini, kata Doni, Plant of Developmen (PoD)-nya masih menggantung di Kementerian ESDM. “Karena memang masih kurang ekonomiss,” ujarnya.
Menurutnya, ada kemungkinan harga gas PEPC ADK disamakan dengan PHE Randugunting yang sumurnya berada di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Terkait harga gas tersebut, dirinya mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut. Gas dari Blok Randugunting, kata Doni, kabarnya juga dibeli oleh Pertagas.
“Untuk operasinya (red-PEPC ADK) juga gak lama kok, hanya sampai 8 tahun,” ujarnya.(Ams)