Dinas Perdagangan Bojonegoro Pantau SPBU Jalur Mudik

Plt Kepala Dinas Perdagangan Agus Hariana.

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Sebagian besar Aparatur Sipil Negara (ASN) cuti lebaran, namun bagi jajaran Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tetap beraktivitas. Mereka terus siaga demi kenyamanan masyarakat dalam merayakan hari idul fitri 1440 hijriah dengan memantau operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sepanjang jalur mudik.

“Kami siaga terus demi kenyamanan masyarakat Bojonegoro,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Agus Hariana, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (4/6/2019).

Dinas Perdagangan hingga hari ini, terus memantau SPBU di wilayah Bojonegoro khususnya jalur mudik dengan melakukan ukur, takar, timbang dan perlengkapan (UTTP) agar kenyamanan para pemudik terjaga.

“Jangan sampai ada keluhan dari masyarakat terkait pelayanan SPBU seperti takaran BBM yang tidak sama,” tukasnya.

Selain itu, meminta agar SPBU menyediakan Rest Area yang nyaman bagi para pemudik, khususnya tempat ibadah dan juga toilet agar terjaga kebersihannya. Meski cuti, namun pihaknya siap menegur jika ada yang tidak sesuai.

“Apalagi terkait pasokan BBM, jangan sampai ada yang kehabisan apalagi langka,” tegasnya.

Baca Juga :   Program KPP : Kades Blok Cepu Diinstruksikan Data Pedagang

Dari 22 SPBU di Kabupaten Bojonegoro sebagian besar telah dipantau dan semuanya melayani pengguna BBM dengan baik dan tidak ada antrean kendaraan yang berarti.

“Ini artinya stok BBM di Bojonegoro aman, ini terlihat disetiap SPBU tidak adanya antrean panjang kendaraan, semuanya berjalan normal meski adanya peningkatan penggunaan BBM selama Bulan Suci Ramadhan,” tukasnya.

Dari hasil pantauan Dinas Perdagangan, diakui oleh pihak SPBU adanya peningkatan penggunaan BBM untuk jenis pertalite dan premium. Namun ini tidak menimbulkan masalah karena Pertamina dan pihak SPBU telah memperhitungkan dan melakukan antisipasi dengan menambah kuota BBM di setiap SPBU.

Pengawas SPBU Jetak, Kelurahan Jetak, Bojonegoro, Eko Teguh Budi Santoso, mengungkapkan, ada peningkatan konsumsi BBM terutama Pertalite dan Premium. Jika sebelumnya, satu hari konsumsi Pertalite hanya sekira 10 ton atau 10.000 liter kini naik hingga 15 ton atau 15.000 liter, begitu juga dengan premium yang setiap harinya hanya 4 ton atau 4000 liter kini naik hingga 5 ton atau 5000 liter lebih.

Baca Juga :   DBH PBB 2015 Tak Sesuai Target

“Pertamax masih sepi peminat, banyak yang pakai dua jenis BBM diatas. Tapi sudah kami antisipasi,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *