Bupati Kokok Minta Jargas di Blok Gundih Diselesaikan

Bupati Kokok Rapat Jargas

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Sebelum PT Pertamina Gas (Pertagas) merealisasikan pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga sebanyak 4.000 sambungan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pemerintah setempat meminta jargas di wilayah Blok Gundih diselesaikan.

“Saya tidak mau jika 4.000 sambungan yang baru dibangun namun jaringan yang sudah lama belum beroperasi semua. Apa kata masyarakat nanti? Pasti mereka akan protes, ketika sambungan jargas di rumahnya yang sudah dipasang sejak 2013 saja belum teraliri gas, kok malah ini akan ada pembangunan baru,” kata Bupati Blora, Djoko Nugroho.

Untuk diketahui, 4.000 jaringan tersebut disebar di beberapa desa, diantaranya Desa Sumber dan Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Desa Pulo, Desa Kemantren, Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban, dan Desa Kapuan, Kecamatan Cepu.

Kokok sapaan karib Bupati Blora mengaku, pada dasarnya mendukung aktivitas pertambangan migas di Kabupaten Blora. Namun dirinya meminta agar dari aktivitas migas tersebut bisa memberikan keuntungan untuk masyarakat Blora.

Menurut pria yang menjabat Bupati Blora dua periode ini, Blora selalu lebih awal ketika memberikan izin pertambangan Migas. Namun, sangat minim keuntungan yang bisa diperoleh untuk mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga :   Proyek EPC-GPF Jambaran-Tiung Biru Capai 15%

“Saya ingin, ini nanti jangan sampai seperti proyek proyek sebelumnya,” tegas Bupati.

Bupati juga berharap, agar keberadaan gas ini bisa dimanfaatkan untuk menarik investor. Supaya tertarik menanamkan modalnya di Kabupaten Blora.

“Blora ini tidak punya pabrik besar yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Kayu jatinya dijual glondongan keluar, DBH Migas Blok Cepu tidak dapat, giliran kini punya gas kok proyeknya mangkrak. Padahal saya berharap adanya gas ini bisa untuk menarik investor mendirikan industri di Blora,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati, jika gas itu bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi industri skala besar maupun industri kecil, maka akan banyak tumbuh ekonomi baru.

“Jangan semua gasnya dialirkan ke Semarang dengan pipa yang ditanam sepanjang rel kereta,” tandasnya.

Kesempatan itu, Sekda dan beberapa Kepala OPD terkait diperintahkan untuk membahas wilayah mana saja yang cocok untuk menerima pembangunan 4.000 sambungan jargas tahun 2020.

Akan tetapi pembangunannya nanti tetap menunggu perbaikan jargas lama yang sudah dipasang sejak 2013 sebanyak 4 000 sambungan namun baru sekira 600 yang teraliri gas.

Baca Juga :   BUMD Teken Perjanjian Sementara

Sebelumnya, PT Pertamina Gas (Pertagas) merencanakan pembagunan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebanyak 4.000 sambungan di tahun 2020 mendatang dari Pemerintah Pusat. Itu diketahui, saat dilakukannya audiensi oleh Pertagas dengan Bupati Blora, Djoko Nugroho, bersama rombongan pimpinan PT. Perusahaan Gas Negara (PGN),  Jum’at (21/6/2019).

“Tahun 2020 nanti Blora bersama sejumlah kota lainnya di Indonesia akan memperoleh kuota pembangunan jaringan gas rumah tangga sebanyak 4000 sambungan. Oleh karena itu, kami ingin melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah guna melakukan persiapannya,” kata Agung Indri, Vice President Business Development PT. Pertagas, kepada Suarabanyuurip.com.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *