SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, berupaya mendapatkan peluang usaha lain dari kegiatan industri migas di wilayahnya. Salah satunya membidik gas dari Lapangan Sukowati, Blok Tuban, yang saat ini dikelola PT Gassuma.
Pengelolaan gas ini diyakini mampu menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah atau PAD. Selain perolehan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas (DBH Migas) yang jumlahnya flutuaktif.Â
“Sekarang, kami melakukan kajian untuk membentuk BUMD yang akan mengelola peluang usaha termasuk keberadaan gas dari Lapangan Sukowati,” kata Asisten II Bagian Pembangunan dan Perekonomian Setda Bojonegoro, Setyo Yuliono, di DPRD beberapa waktu lalu. Â
Menurutnya, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field sebagai operator Lapangan Migas Sukowati seharusnya memberikan sisa gasnya kepada Pemkab Bojonegoro. Sama seperti yang sekarang dikelola oleh PT Gazuma di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
“Kami bersama bupati dan SKK Migas, sudah membahas keberadaan PT Gazuma di Tuban. Padahal mulut sumurnya ada di Bojonegoro, tapi kenapa gasnya di Tuban. Kalau bisa ya Bojonegoro yang mengelolanya,” tandasnya.Â
Saat ini Pemkab Bojonegoro sedang bersiap diri untuk mendapatkan peluang mengelola gas suar bakar Sukowati. Yakni mempersiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengelola gas yang dihasilkan dari sumur minyak di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, dan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas.Â
Untuk diketahui, pada tahun 2016 ada 13 Juta Standar Kaki Kubik per Hari gas atau Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) gas dari Lapangan Sukowati dan Mudi, Blok Tuban, yang diolah PT Gasuma. Saat itu Lapangan tersebut masih dikelola JOB P-PEJ.
Dari hasil pengolahan tersebut 70 persen akan dikembalikan ke pemerintah pusat, dan 30 persen sisanya akan dibagi sesuai Production Sharing Contract (PSC) antara Pertamina Hulu Energy (PHE) East Java, PHE Tuban, dan Petrochina.
Sementara data produksi per tanggal 1 Juni 2016 untuk Lapangan Sukowati Bojonegoro produksi minyaknya sebesar 14,125 Barrels of Oil per Day (BOPD), 18,76 MMSCFD gas, dan produksi air 25,400 BPWD.
Sedangkan produksi minyak di Lapangan Mudi Tuban per 1 Juni 2016 sebesar 1,351 BOPD, gas sebesar 1,2 MMSCFD, dan air sebesar 23,648 BPWD.(rien)