SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Sebanyak 50 peserta dari perwakilan siswa tingkat SMA dan mahasiswa perguruan tinggi di Bojonegoro, Jawa Timur, mengikuti pelatihan bertajuk “Kongkow Hepi dan Seru Bareng JAGA†(KOPI SENJA) yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pelatihan dilaksanakan di Ruang Angling Dharma lantai II Kantor Pemkab Bojonegoro Jl. P. Mas Tumapel No. 1, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (3/8/2019). Peserta pelatihan adalah aktif pengguna media sosial dengan syarat memiliki jumlah pengikut (followers) lebih dari 3.000.Â
KPK menghadirkan narasumber CEO Petakumpet Arief Budiman untuk membawakan materi tentang bagaimana menciptakan konten media sosial yang kreatif. Para peserta ditantang membikin eposter atau meme anti korupsi menggunakan ilustrasi foto, video sebagai captions di Instagram dengan  mempromosikan Apps JAGA.
Bagi peserta yang berhasil membuat meme anti korupsi akan diberikan hadiah souvenir dari panitia.
“Ini untuk membangkitkan spirit melawan korupsi,” tegas Arief Budiman.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan agenda kegiatan berupa diskusi bersama siswa dan mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mereka tentang pencegahan korupsi pada era digital. Peserta diperkenalkan tentang platform JAGA dan bagaimana mengeksplorasi sumber data bidang kesehatan dan pendidikan, serta workshop singkat bagaimana membuat konten kreatif pada media social.
“Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan korupsi untuk mendorong pengawasan dan perbaikan sistem pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.
Pelatihan ini juga merupakan aksi kolaborasi upaya pencegahan korupsi bersama pemerintah daerah, sekolah dan perguruan tinggi, serta masyarakat umum. Diharapkan, melalui kegiatan ini akan muncul local champion di bidang pendidikan dan kesehatan yang memahami dan mampu menggunakan platform JAGA sebagai sarana advokasi juga edukasi kepada masyarakat.
Local champion tersebut nantinya dapat berbagi informasi dan data dengan memanfaatkan fitur diskusi pada platform JAGA tentang kualitas pelayanan publik di daerahnya. Salah satunya, aplikasi digital tersebut akan membuka ruang berbagi informasi dan data yang mendorong pada transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik di bidang pendidikan dan kesehatan.Â
“Kita harapkan dengan hadirnya local champion ini dapat mendorong upaya perbaikan sistem pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Bojonegoro,” tandasnya.
Sebelum ditutup, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi rencana publikasi JAGA oleh masing-masing peserta yang akan diimplementasikan paska mengikuti kegiatan ini.
Untuk diketahui, JAGA merupakan sebuah platform yang diinisiasi oleh KPK bekerja sama dengan Kementerian dan Lembaga dalam menyajikan data tentang informasi publik sebagai upaya pencegahan korupsi. Saat ini konten informasi yang tersedia dalam platform tersebut adalah terkait bidang pendidikan, kesehatan dan dana desa. Â
Sejak diluncurkan tahun 2016 sampai dengan saat ini, JAGA telah mengumpulkan lebih dari 400.000 profil sekolah dan informasi lain bidang Pendidikan; 13.000 profil Rumah Sakit dan Puskesmas; serta 74.000 profil Desa di seluruh Indonesia.
Data tersebut dihimpun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementerian Agama; Kementerian Kesehatan; Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Kementerian Dalam Negeri; dan Kementerian Keuangan.(suko)