Festival Belimbing 2019 : Tak Sampai 30 Menit, 3 Ton Belimbing Ludes Diserbu Warga

Tak Sampai 30 Menit

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Tradisi rebutan belimbing dalam rangkaian Festival Belimbing ke 6 tahun 2019 di agrowisata Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berlangsung meriah dan semarak, Minggu (15/12/2019).

Kurang dari 30 menit, tiga ton belimbing di gunungan setinggi 6,5 meter ludes di serbu seribuan warga yang membanjiri lokasi perhelatan.

Sebelum rebutan belimbing dimulai, tiga gunungan berisi belimbing dan hasil bumi dikirab oleh kepala desa, perangkat desa, BPBD, karang taruna, dan petani belimbing baik laki-laki maupun perempuan. Mereka menggunakan pakai adat Jawa. Sebagian lagi berpakaian petani lengkap dengan caping dan membawa bakul dari anyaman bambu berisi nasi bungkus daun jati.

Arak-arakan dimulai dari pintu satu Agrowisata Belimbing sebelah timur menuju depan Balai Desa Ngringinrejo. Kemudian disambut Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, Camat Kalitidu Imam WS dan jajaran Muspika, berjalan menuju lokasi agrowisata.

Di lokasi Agrowisata disuguhi dengan gunungan raksasa yang berisi tiga ton belimbing. Selain itu juga Tari Thengul, tari khas Bojonegoro yang beberapa waktu lalu telah memecahkan Museum Rekor Indonesia (Muri).

Baca Juga :   Buka Festival Bengawan 2019, Bupati Anna Ajak Rawat Bengawan Solo

“Kirab atau arak-arakan ini sebagai bentuk wujud syukur masyarakat di sini, karena telah dilimpahi tanah subur yang menjadi sumber kehidupan,” ujar Kepala Desa Ngringinrejo, Endang Sriwigati.

Rebutan belimbing sudah menjadi tradisi dalam rangkaian festival dalam rangka memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 342 tersebut.

“Rebutan atau grebeg tumpengan belimbing ini merupakan cara petani belimbing berbagi kepada masyarakat,” sergah Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ringinrejo, Priyo Sulistiyo, dikonfirmasi terpisah.

Priyo, sapaan akrabnya, menjelaskan tujuan Festival Belimbing ini antara lain untuk meningkatkan kreaktifitas masyarakat, menggali dan mengembangan potensi yang ada baik di bidang ekonomi, sosial maupun budaya.

“Juga memperkenalkan Agrowisata Belimbing supaya lebih dikenal baik wisatawan lokal maupun nasional,” tuturnya.

Sesuai data yang dia miliku, luas kebun belimbing di Desa Ngringinrejo, mencapai 20,4 hektar (Ha), dengan jumlah 9.000 pohon.

Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto mengapresiasi Festival Belimbing sudah menjadi kelender event Bojonegoro. Menurut dia, festival belimbing ini dapat mendatangkan pendapatan bagi warga dan pedagang. Karena banyak masyarakat dari dalam maupun luar kecamatan, bahkan luar Bojonegoro yang datang untuk menyaksikan even tahunan tersebut.

Baca Juga :   Bunga Rampai Suara Nurani, Antologi Puisi Edisi ke-5 Karya Komunitas Wartawan Usia Emas

“Karena belimbing bisa mendatangkan inkam bagi warga di sini. Seperti pedagang belimbing, warung makan dan minuman, jasa parkir dan lain-lainnya,” tegas Wabup.

Mantan Anggota DPRD dari PDI Perjuangan itu optimis ini jika wisata ini dikelola dengan baik akan menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat dan mengurangi pengangguran.

“Banyak sekali multipler effect yang bisa ditangkap, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(suko)





»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *