SuaraBanyuurip.com – Didik Jatmiko
Bojonegoro – Gerakan Ayo Nandur yang diinisiasi Pemerintah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapat dukungan elemen masyarakat setempat. Mulai dari pelajar, pemerintah desa, kaum difabel hingga manusia lanjut usia (lansia) terlibat dalam penanaman pohon, Selasa (24/12/2019).
Suwito Utomo, difabel asal Desa Begadon, mengaku senang dapat dilibatkan dalam tanam pohon. Menurut dia, kegiatan ini banyak memberikan manfaat bagi lingkungan, dan generasi yang akan datang.
“Mari hijaukan bumi kita dengan menanam pohon. Sekecil apapun kebaikan kita, kelak jadi bermanfaat,” ajak Ucup, panggilan akrabnya, usai menanam pohon bersama di sepanjang jalan depan Balai Desa Ringintunggal.
Camat Gayam, Agus Hariana menambahkan, penanaman bersama ini bertujuan untuk penghijauan di Kecamatan Gayam. Penanaman dilakukan di lingkungan sekolah dan sepanjang jalan Desa Katur sampai Desa Mojodelik.Â
 Gerakan seperti ini akan terus digalakkan di tahun 2020 nanti. Bahkan, kedepan akan ditanam pohon Gayam sebagai ikon. Selain itu penataan lingkungan melalui saluran irigasi.Â
“Agar masyarakat Gayam nyaman. Mohon dukungan semuanya. Khususnya Dinas Lingkungan Hidup,” ucap camat.
Eksternal Affairs Manager EMCL, Ichwan Arifin menganalogikan program Gerakan Ayo Nandur ibarat kehidupan. Bahwa apa yang ditanam saat ini suatu saat akan ada hasilnya.
“Program ini seperti filosofi hidup bahwa apa yang kita tanam, itu yang akan kita tuai. Walaupun kita tidak akan tahu dan kapan,” sambung Ichwan.Â
Dia menambahkan, program ini merupakan bagian dari kontribusi keberadaan Lapangan Banyuurip yang produksinya lebih dari 200 ribu barel per hari.Â
Wakil Bojonegoro Budi Irawanto ikut menanam pohon bersama warga. Menurut dia, kegiatan ini selaras dengan program pemkab yakni mewujudkan Bojonegoro Green.
“Ini sejalan dengan program pemkab,” tegasnya.
Usai menanam pohon, wabup bersama warga, dan undangan yang hadir menyantap nasi buwuhan. Kuliner khas Bojonegoro ini telah mendapat pengakuan Chef Juna dan masuk Museum Rekor Indonsia (Muri).
Kegiatan penghijauan ini bersinergi dengan Gerakan Ayo Nandur oleh Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (Lima 2B) dan didukung ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).(dik)