Ansor Gayam Bangun Ekonomi Organisasi Melalui Ternak Sapi

Ansor Gayam Bangun Ekonomi Organisasi Melalui Ternak Sapi

SuaraBanyuurip.comEdi Supraeko

Bojonegoro – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendirikan usaha peternakan untuk menunjang pergerakan organisasi dan kadernya. 

Usaha peternakan milik salah satu Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama -GP Ansor, itu dikelola bersama dengan membuat kelompok ternak dengan nama Sahabat Makmur.

Usaha ternak sapi Ansor Gayam mulai didirikan akhir tahun 2018 sebagai sebuah unit usaka dari Kelompok Serba Usaha (KSU) yang sebelumnya sudah memiliki beberapa kegiatan usaha. Diantaranya, kegiatan simpan pinjam dan layanan jual beli pulsa.

Penasehat Kelompok Ternak Sahabat Makmur, Khoirul Muhsinin (33), menyampaikan, awal berdirinya kelompok ternak sapi ini dari dana jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) DPRD Pemprov Jatim H. Surawi tahun 2018.

“Modal awal dulu dari dana hibah kita mendapat tujuh ekor sapi untuk dikelola secara berkelompok, dan saran dari bapak H. Surawi selaku aspirator supaya ternak ini dikembangkan sehingga bisa memberikan dampak ekonomi terhadap kader Ansor maupun organisasi,” ujar Khoirul. 

Baca Juga :   Debat Publik Cawabup Dihentikan, PMII Minta KPU Bojonegoro Segera Lakukan Evaluasi

Dari tujuh ekor sapi tersebut dititipkan kepada tujuh orang anggota untuk digemukkan. Sistim bagi hasilnya, jika dalam waktu 6 bulan dijual, 70% untuk yang mengelola, dan 30% masuk kas Ansor. 

“Untuk modal induknya dibelanjakan sapi lagi untuk dikembangkan begitu seterusnya,” jelasnya.

Ketua PAC GP Ansor Gayam, Imam Hambali (29), menambahkan, dari bagi hasil keuntungan penjualan sapi 30% yang masuk kas Ansor akan dibagi dua. Yakni untuk mensuport kegiatan ansor dan ditabung di KSU sebagai investasi yang dipinjamkan ke anggota untuk modal usaha.

“Selain memberikan dampak ekonomi secara kelembagaan juga terhadap kader yang mengelola sapi,” terang pemuda lulusan pasca sarjana Unitomo itu.

Salah satu pengelola sapi, Ali Fauzan (38), mengaku sangat terbantu adanya kelompok ternak tersebut, karena bisa menjadi pendapatan tambahan keluarga.  

“Bisa untuk membayar biaya semester kuliah. Jujur saja memang saya sudah berkeluarga dan punya anak, tapi baru punya keinginan kuliah,” tegas pria yang juga Kasatkoryon Banser Gayam itu.(edi)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *