Warga Sekitar Proyek Gas JTB Tewas Gantung Diri

19645

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko 

Bojonegoro – Warga Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, gempar ditemukan seorang mayat gantung diri di Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), sekitar Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), tepatnya di tanah persawahan turut Dusun Ngembak, Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Sabtu (29/2/2020) sekitar pukul 6.30 WIB.

Korban berjenis kelamin laki-laki yang tewas gantung diri tersebut diketahui bernama Husup (75) warga RT 024/RW 004, Dusun Ngembak, Desa Setren.

“Benar itu warga kami, namanya Husup. Warga Dusun Ngembak, RT 24, RW 04,” kata Kepala Desa Setren, Jumadi, kepada Suarabanyuurip.com usai taziah dari rumah korban.

Terpisah Kapolsek Ngasem, AKP Dumas Barutu mengatakan, korban pertama kali ditemukan Paiman, warga RT 014, RW 005, Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem, Sabtu 29 Februari 2020 sekitar pukul 06.30 WIB.

“Selanjutnya saksi yaitu Paiman menyampaikan kejadian tersebut ke keluarga korban, diteruskan ke Kades Setren dan dilaporkan ke Polsek Ngasem,” kata AKP Dumas Barutu.

Mantan Kapolsek Kalitidu ini mengungkapkan, sesuai hasil keterangan para saksi dan keluarga korban, serta tetangganya, korban tidak ada permasalahan dengan keluarga. Hanya saja korban beberapa hari ini tidak berani tidur di rumah saudaranya karena ada salah satu anaknya yang bernama Surip mengalami gangguan kejiwaan dan sering kambuh. Apabila kambuh langsung telanjang dan merusak barang-barang di rumah.

Baca Juga :   Panen di Tepi Jalan Raya

“Dugaan sementara korban tertekan karena ada anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan,” imbuhnya.

Kapolsek ring satu lapangan Gas JTB ini menjelaskan, hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan sabit dan caping milik korban berada di sebelah timur tower listrik SUTT. Tinggi besi Tower listrik SUTT yang digunakan untuk gantung diri dari permukaan tanah sekira 260 centi meter (Cm).

Tali yang digunakan untuk gantung diri adalah akar tanaman serut yang berada di sekitar TKP. Panjang tali dari besi Tower listrik SUTT ke leher sekira 60 cm. Jarak ujung jari kaki dengan permukaan tanah sekitar 25 cm. Kemudian jarak rumah korban dengan lokasi gantung diri kurang lebih 2 kilo meter.

Sementara hasil pemeriksaan medis yang dilakukan petugas Puskesmas Ngasem dihasilkan korban meninggal dunia diperkirakan kurang dari 5 jam. Pada leher korban terdapat luka bekas jeratan tali dengan kedalaman sekira 0,5 cm.

Pada kemaluan korban keluar cairan sperma. Pada dubur korban bersih. Panjang mayat sekira 160 cm, dan pada bagian tubuh lain tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.

Baca Juga :   Kades Kurlan : Terima Kasih URC SH Terate Bantuan Air Bersih untuk Warga Gamongan

“Jadi korban meninggal murni bunuh diri,” pungkas, AKP Dumas Barutu.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *