SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto, menegaskan, penutupan sumur produksi minyak dan gas bumi (Migas) Tiung Biru (TBR) yang berpusat di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, dilakukan agar tidak mengganggu produksi proyek pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Ditutup karena reservoirnya diidentifikasi berhubungan dengan reservoir gas dari sumur JTB yang dikerjakan oleh rekan PEPC,” ujar Agus Amperianto, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat(13/3/2020).
Sumur produksi TBR dikelola oleh Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Kemudian pada 2018, sumur-sumur produksi migas itu ditutup karena ada pengembangan Unitisasi Gas J-TB. Proyek J-TB sendiri dikelola oleh Pertamina EP Cepu (PEPC).
Proyek J-TB oleh Presiden RI Joko Widodo melalui Keppres no 56 tahun 2018 ditetapkan menjadi salah satu dari empat proyek stategis nasional bidang migas dengan nilai investasi US$ 1,53 miliar. Sehingga, jika sumur TBR masih diproduksi maka akan tidak menguntungkan bagi J-TB.
“Jelasnya, gas yang akan ikut terproduksi apabila lapisan minyaknya di sumur TBR tetap diproduksikan, maka akan tidak menguntungkan bagi PEPC JTB, karena berpengaruh terhadap sistem keseimbangan reservoir gas yang akan diproduksikan dari JTB,” tukasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Imam Solikhin berharap agar pihak operator lapangan Tiung Biru memberikan kepastian kepada warga sekitar, terkait pengaktifan kembali produksi sumur Tiung Biru.
“Sebelumnya warga di Desa Kalisumber, Malingmati, Tambakrejo, dan sekitarnya ini sudah mendapat sosialisasi akan ada pengembangan sumur Tiung Biru, tapi sampai sekarang belum ada progres apa-apa,” ujarnya, pada Senin (9/3/2020).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku, bahwa sejumlah warga di sekitar lokasi sumur Tiung Biru sebelumnya juga sudah mendapat pemberitahuan beberapa lahan milik warga akan dibeli untuk pembebasan lahan pengembangan sumur.
 “Warga sudah berharap ada pengaktifan sumur Tiung Biru,” terangnya.
Sebelumnya pada 2012 lalu, Pertamina EP berhasil menemukan minyak dan gas dari kegiatan eksplorasi struktur Tiung Biru sebesar 2.546 barel per hari (BOPD) dan 2,75 mmscfd. Sumur migas Tiung Biru itu mulai tidak diaktifkan pada 2018 lalu.(rien)