Operator Lapangan Gas JTB Kembali Donasikan 100 Buah Rapid Test

19933

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Operator proyek Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Pertamina EP Cepu (PEPC), terus berusaha mengikuti himbauan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, dalam menekan penyebaran virus corona atau covid-19 agar tidak meluas. Dengan mengadakan kegiatan Rapid Test bagi para pekerjanya yang berasal dari wilayah luar Bojonegoro, khususnya daerah zona merah penyebaran Covid 19.

Kegiatan yang dilakukan sejak tanggal 31 Maret 2020 tersebut hingga hari ini Kamis 9 April 2020 telah diikuti oleh 171 pekerja.

Para pekerja yang baru menginjakkan kakinya di Bojonegoro, harus melakukan isolasi mandiri atau dikarantina di Griya Dharma Kusuma (GDK) lalu diadakan rapid test dan wajib menggunakan masker.

Sebelum memasuki karantina para pekerja diwajibkan untuk berjemur diterik matahari bersama barang-barang bawaannya selama 20 samapai 30 menit dan juga dihari berikutnya sebelum dilakukan rapid test para pekerja juga wajib berjemur lagi.

Setelah menjalani rapid test dan dinyatakan negatif covid-19, para pekerja melakukan karantina kembali di base camp atau mess yang telah disediakan.

Baca Juga :   Pandemi Corona Penjualan BBM di Bojonegoro Turun 30%

“Kami melakukan semua ini atas dasar kesadaran kami yang patuh dan peduli terhadap himbauan dari Pimpinan Daerah dalam hal ini Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah. Dan kegiatan ini telah mendapat persetujuan dari Direksi dan juga tim HSSE kami, untuk segera dieksekusi,” kata Pjs. JTB Site Office & PGA Manager PEPC, Edy Purnomo, melalui surat elektronik yang diterima Suarabanyuurip.com, Kamis (9/4/2020) malam. 

Edy menambahkan bahwasanya hari ini PEPC juga menambah kontribusinya dalam bidang kesehatan dengan mendukung pengadaan alat rapid test kepada Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Kabupaten Bojonegoro, melalui Dinas Kesehatan Bojonegoro.

“Rapid Test yang kami kembali donasikan sebanyak 100 buah. Semoga dapat membantu Dinas Kesehatan dalam usahanya menangani wabah pandemic Covid-19 ini,” tegas Edy. 

Seperti diketahui, Rapid Test menjadi alat kesehatan yang paling dicari dan juga diburu, namun keberadaannya sangat langka dan terbatas. Rapid Test sendiri merupakan alat pendeteksi awal adanya virus COVID-19 dalam tubuh manusia.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Ingatkan Penambang Patuhi Prinsip Pengelolaan Beretika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *